Meski demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan menjaga momentum perbaikan data ekonomi yang terjadi disepanjang 2017. Pasalnya, beberapa komponen penyumbang pertumbuhan ekonomi sudah mulai membaik bahkan meningkat.
"Kalau dilihat dari komposisi tadi yang saya lihat yang bagus dari angka kuartal-IV adalah investasi sudah pick up dan-tetap steady di atas 6%, itu adalah suatu ciri yang cukup baik dari pertumbuhan ekonomi yang memang pak presiden menginginkan fokusnya adalah pada investasi," kata Sri Mulyani di Komplek Istana, Jakarta, Senin (5/2/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, komponen ekspor juga sudah mengalami peningkatan ke level 9,09%, begitu juga impor yang berada di level 8,06%. Menurut dia, impor khususnya bahan baku dan barang modal menciptakan suatu optimisme dan momentum pertumbuhan yang cukup besar.
"Tapi yang mungkin dianggap lebih rendah dari kuartal-IV tahun lalu adalah konsumsi yang 4,95%, hanya beda 0,05% dari tahun 2016 kuartal-IV yang 5%," tambah dia.
Sri Mulyani menegaskan, perlambatan tingkat konsumsi rumah tangga ini harus segera dicari penyebabnya, mulai dari inflasi dan faktor lainnya.
"Apakah penyebabnya adalah inflasi yang secara satu tahun ini lebih besar dan terutama juga kita lihat dari sisi daya beli masyarakat yang sebetulnya kalau dilihat dari sisi income dan sektor usaha," jelas dia.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha sektor industri masih tumbuh 4,27% dengan kontribusi sebesar 20,14%. Pertanian yang berada di level 3,81% dengan kontribusi 13,14%, dan sektor perdagangan yang berada di level 4,44% dengan kontribusi 10,38%.
"Momentum ini yang akan kita jaga, jadi kalau dilihat dari semua angka-angka ini dan kalau sesuai dengan arahan Presiden untuk perkuat investasi dengan memperbaiki izin usaha, mempermudah policy-policy, kita harap momentum dari sektor industri akan meningkat. Kemudian dari sektor yang secara tradisional kuat seperti perdagangan, telekomunikasi, itu juga sudah menunjukkan pertumbuhan yang cukup steady di atas 8%," ujar dia. (dna/dna)











































