Menurut Direktur Pengadaan Perum Bulog Adrianto beras impor asal Thailand tersebut dijadwalkan sampai di pelabuhan Tanjung Priok pada hari ini. Namun lebih jelas ia belum bisa memastikan perihal waktu bongkar muat.
Ia menyebutkan antrean kapal untuk bersandar di Tanjung Priok masih sangat panjang. Bahkan, kata Adrianto, kapal sebelumnya yang membawa beras sebanyak 41 ribu ton asal Vietnam masih terkendala untuk bersandar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Adrianto memaparkan beras sebanyak 30 ribu ton tersebut dibawa menggunakan satu kapal. Sebab, ia kembali melihat kondisi dari pelabuhan Tanjung Priok sendiri.
"Satu kapal. Oleh karena 2 kapal lumayan besar akan pakai dermaga dan bongkar, itu potensi bisa antre itu," imbuhnya.
Lantas, kini beras impor yang masuk ke Indonesia telah berjumlah 87 ribu ton. Dengan rincian beras asal Vietnam sebanyak 57 ribu ton dan Thailand 30 ribu ton.
Sebagai informasi, beras impor tersebut nantinya akan digunakan sebagai beras cadangan oleh Perum Bulog. Karena selama ini beras cadangan Bulog digunakan untuk Operasi Pasar (OP).
Baca juga: Rizal Ramli Kritik Kebijakan Impor Beras |











































