PT INKA (Persero) selaku produsen menjadi sorotan. Direktur Utama INKA Budi Noviantoro menjelaskan penyebab dari mogoknya LRT Palembang.
Tidak hanya soal LRT Palembang, Budi Noviantoro selaku Direktur Utama INKA juga bicara soal potensi ekspor kereta buatan Madiun. Kereta buatan INKA sudah banyak digunakan banyak negara di dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemarin kan LRT Palembang udah mulai beroperasi dan kemarin jadi sorotan sempat ada mogok, dari tiga kali kejadian ini penyebabnya apa aja?
Memang ada tiga kejadian, ini hanya masalah masinis kurang baca SOP masih belajar lah. Kedua ada sedikit masalah monitor pergerakan kereta api kan canggih sebetulnya, kereta tidak termonitor otomatis sistem akan bekerja, berhenti.
Supaya nanti jangan sampai nggak termonitor jalan kita nggak tahu arahnya. Ini lagi-lagi ini safe field, utamakan keselamatan. Ini canggih, bayangkan saja kereta nggak termonitor jalan sendiri. Ini adalah suatu proses pertama kali di Indonesia menggunakan sistem third rail yang juga pertama kali di Indonesia itu siapapun Indonesia saya juga dulu orang Kereta Api belum pernah mengoperasikan kereta api jenis ini.
Jadi saya pikir butuh penyesuaian-penyesuaian. Jenis juga modelnya gini, dulu mobilnya Kijang sekarang mobilnya Mercy, lupa itu kadang-kadang sign-nya kanan apa kiri nih, kadang wipernya on. Tetapi kesalahan itu, dengan dibackup sistem pengamanan yang luar biasa.
Saya punya namanya TCMS, sistem Third Control Management System itu akan monitor semua. Ini pertama kali, kalau ada masalah oh ini masalah door itu langsung input buat sistem langsung off. Kemarin sama lah, namanya barang bergerak ada lepas kabel biasa saja sebetulnya di manapun waktu kita di Kereta Api ada perawatannya even itu pabrikan itu juga punya toleransi. Misalnya di maintenance service agreement dia nggak akan berani 100% availability-nya, kira-kira 97%. Artinya tiga kali mogok boleh.
Ada margin of errornya?
Iya pasti, namanya barang bergerak ini, yang penting apapun terjadi, orangnya selamat. Nomor satu adalah jiwa nggak bisa dibeli. Itu kemarin ditarik ke depo nggak ada satu jam jalan lagi keretanya, kan gitu sebetulnya. Beda dengan mobil berpenggerak mesin engine ya mungkin karburatornya macet lah, tapi kalau anda pakai mobil listrik kalau nggak di-charge berhenti kan bukan mogok ini.
Dari tiga kali kejadian ini penyebab masing-masingnya?
Beda-beda, satu orang ini karena dia belum terbiasa. Ada namanya sistem pengamanan ini kereta harus ngegas nggak ngegas nggak, kalau ngegas terus udah mati. Untuk supaya apa, kalau ngantuk mati keretanya.
Kedua, monitor di screen tidak termonitor oleh keretanya, nggak termonitor di mana posisi keretanya. Maka langsung perintah off. Bayangin aja nggak termonitor bablas terus keretanya nggak tahu ini sampai OPI atau sampai mana di sana ada kereta di depannya sundulan. Ini termonitor, ini nggak, lebih baik berhenti dulu deh.
Lagi-lagi ini pertama kali di Indonesia. Ini paling aman ini udah nggak usah ragu deh karena sistemnya sudah di-protect sedemikian rupa sehingga ini nggak masalah. Itu yang penting masyarakat pengguna. Ini didesain khusus ini kan mass transport mesti harus aman. Pintu terbuka sedikit saja nggak jalan, kalau buka langsung jalan. Itu ada sensor-sensor yang sangat sensitif.
Kejadian kemarin kabel ada yang lepas itu udah dibawa ke depo hasil evaluasinya sudah ada?
Lepas aja
Penyebab kabel lepas apa?
Mungkin kena getaran kali ya sehingga mungkin ngefong sebetulnya, kalau di mesin harus rapat betul dan kemarin dicek lagi ini butuh lagi butuh sesuatu yang komprehensif. Kami juga sudah nambah orang untuk dicek lagi dicek lagi.
Sebulan terakhir sudah tiga kali kejadian seperti ini, tanggapan dari INKA sendiri bagaimana?
Kalau INKA satu ya, jadi gini sebetulnya ini bukan mogok, ini stop. Kalau mogok ya mogok, ini setop karena kabelnya lepas sehingga drop. Ini memang ya ini teknis lah sebetulnya. Tapi yang penting gini loh kita tahu masalahnya dan segera kita atasi, yang lebih sulit adalah kita nggak atasi mogok atau kita berhenti itu. Mudah-mudahan ini produk anak bangsa sekecil apapun INKA adalah pabrik kereta di Indonesia dan ASEAN.
Tak Mogok Lagi saat Asian Games
|
Foto: Antara Foto
|
Buat tim posko dari Kereta Api, dari Ditjen Kereta Api, dari INKA, kami di samping merawat keretanya merawat sarananya menempatkan dua tenaga minimal sampai tiga orang yang mengawal di setiap kereta dan sudah berjalan terus.
Nanti masinisnya, pak Menteri (Perhubungan) bilang 'eh Kereta Api nanti bantu asisten masinis' yang mendampingi masinis. Jadi kalau lupa ada yang mengingatkan. Selama ini, selama Asian Games karena ini kan ibaratnya kan baru belajar motor ada yang mengingatkan.
Kemudian tadi posko kita mulai dan kami sudah jalankan teman-teman 50-60 orang di sana udah masuk ini. Mungkin saya punya posko sendiri setiap pergerakan akan lapor ke saya, jadi kereta ini sedang PP sedang PP keretanya ketahuan, sebelum ada posko perhubungan ya. Pak Menteri ikut sendiri di WA grup, jadi semua laporan jelek bagus langsung menteri yang terima. Jadi saya ikut, Kereta Api juga ikut, Len juga ikut.
Ada posko terpadu, Kereta Api, Perhubungan, Waskita Len, INKA. Semua terlibat. Kalau ada gangguan Len signal langsung, kalau orangnya ngantuk ada masinis pengganti ada asisten masinis. Termasuk evakuasi tersebar di semua stasiun. Nanti ada apa-apa bisa disiapin semua.
Dengan adanya tim tersebut ada jaminan ke depan operasi normal dan kejadian serupa tidak terulang?
Harus iya. Harus teridentifikasi masalahnya apa, karena orangnya belum terbiasa, kedua sinyalnya masih masalah, ketiga teknis.
Sebelum beroperasi di Asian Games ada pemutakhiran sarana?
Setiap selesai jam 9 sampai jam 4 pagi kita kerjanya itu benerin kalau ada yang kurang bener. Jadi teman-teman kami sudah dan kami terikat kontrak MSA dengan Kereta Api, jadi maintenance service agreement (MSA). Jadi spare part sudah ada semua anytime misalkan remnya habis diganti, CCD misalkan kurang atau haus ini bukan mogok misalnya ini haus sudah kita ganti.
Waktu operasinya dari jam berapa?
Kalau ini ada yang mulai jam 5 terakhir masuk depo jam 9 malam. Kami hanya siapin sarananya setiap jam 9 sampai jam 4 pagi cek sarananya.
Untuk kapasitasnya satu trainsetnya bisa berapa orang?
500 orang
Berapa trainset totalnya?
Delapan trainset. Tetap dua standby harus begitu namanya barang bergerak pasti ada standbynya kalau ada masalah masuk dan itu untuk rotasi. Jadi 4 1 sebentar lagi 4 2. Tapi ini dalam proses yang satu lagi.
Meyakinkan Negara Lain soal Kereta INKA
|
Foto: istimewa
|
Ini kan dunia perkeretaapian, ini bukan benar tapi masih wajar. Jadi justru itu lah kami minta bantuan teman-teman kami lagi gencar-gencarnya nerobos pasar global dan pasar internasional dan Alhamdulillah kami sudah bisa dapat pesanan dan memenuhi pesanan dari Bangladesh 250, Oktober kita kirim 50 ke Bangladesh. Kami dapat pesanan juga dari Filipina 3 lokomotif, 4 KRD tanggal 15 ini proses di Srilanka sama juga. Saya roadshow ke Kamerun, Bangladesh dan sekarang saya juga ngundang, kami diundang sama teman-teman dari Kostarika sebetulnya dan Peru, karena belum ada waktu Anda yang ke sini kita yang backup.
Ini adalah justru itu maksud saya, saya minta bantuan, INKA satu-satunya pabrik kereta api di ASEAN. Kami sudah mau berkeinginan dalam situasi yang sekarang ini, kurs dolar AS yang nggak terkendali ini nggak ada cara lain, kita harus ekspor. Arahan bu Menteri BUMN keluar anda tapi jangan sendirian, kalau anda keluar harus ngajak teman.
Temannya siapa aja?
Pindad lah, LEN lah, banyak. Contoh kemarin Waskita itu nanti kita jual produk LRT keluar satu paket. Kemarin Bangladesh tertarik. Jangan Waskita atau Wika buat infrastrukturnya, Len buat sinyal sendiri nggak ada keretanya, susah kan. Jadi satu paket ini supaya kita bisa menerobos. Ini lagi compete dengan di sebelah sana kita dibantu itu aja, tolong ini produk anak bangsa proses nembus pasar global dengan harapan bisa genjot ekspor Indonesia ya dibantu itu aja doanya lah paling tidak.
Kami roadshow ke Kamerun, ke Senegal, ke manapun kita datangin. Kalau perlu punya waktu ke Peru kita datangi, ke Kostarika udah nggak apa-apa. Kita kibarkan merah putih. Kalau masih harus suntik kanan kiri nggak apa-apa biarin aja, orang lain nggak mau masuk kita masuk. Karena Afrika dan Amerika Latin pasar potensial untuk kita.
Kereta api adalah medium technology class harga juga tidak seperti pesawat, artinya kemampuan negara-negara berkembang masih bisa beli dan ini dibutuhkan karena untuk angkutan massal. Domestik iya, karena Kereta Api KAI pasti pemesan utama. Kami dapat pesanan 438 kemarin Dirut Kereta Api sudah pesan segala macam, belum lagi nanti di Makassar.
Oke lah kalau di dalam negeri sudah pasti lah, cuma kita berjuang bagaimana dapat posisi bagus paling tidak pasar ekspor, minimal kita kuasai pasar ASEAN. Kita hanya satu-satunya loh, Filipina pesan sama kita, Thailand proses, kalau Thailand sudah masuk maka pasar ASEAN kita kuasai. Kita bisa masuk ke Filipina, Vietnam, Kuala Lumpur, Kamboja, Myanmar, seterusnya.
Bahwa kami sudah habis-habisan untuk keluar. Jadi kalau dapat dolar AS syukur lah berarti agak sedikit lah mengurangi imporlah, tapi lebih baik ke ekspor, itu kita perjuangkan bersama-sama dengan tim arahan bu Menteri BUMN bahwa kamu keluar ajak teman-temanmu. Kalau misalnya Kamerun nggak punya uang, dia punya emas, misalnya punya hutan, dia punya minyak ya sudah ya tukar. Nanti yang emas biar Aneka Tambang lah yang masuk sana, teman saya juga kan, misalkan minyak Pertamina masuk sana, mungkin ada hutan Perhutani yang masuk. Karena mereka juga butuh nggak ada yang mau datang ke sana.
Di sana kebanyakan masih terbuka lebar silakan masuk. Itu adalah pasar potensial ekspor itu penting.
Pengaruh Dolar AS ke Produksi INKA
|
Foto: Imam Wahyudiyanta
|
Sampai sekarang nggak, karena kalau di dalam negeri yang terpengaruh INKAnya dong, kalau di-cover nanti dapat kontrak dengan dolar AS misalnya Filipina, Bangladesh. jadi kalau nanti 50 gerbong keluar, dolar AS masuk. Nah yang memang nanti lokal Indonesia antar teman kita kalau nanti nggak kuat kan bilang ke pak Edi Sukmoro kan bos saya itu bos ini sudah nggak kuat nih kurs-nya naik nih tolong lah dieskalasi. Tapi saya tahu selama kami bisa menanggung itu saya nggak minta eskalasi.
Sama saja lah di Kereta juga uang negara, saya di jalan jalan. Saya sadar ini sitausi belum pas, penting supaya tadi kalau saya nggak dapat setengah mati. Ini LRT Palembang pakai rupiah saya toh untungnya udah tak bayar, Jabodetabek pakai rupiah ini sudah terdepresiasi ini, cuma memang kemarin porsi dolar AS nya nggak banyak. Kami lebih banyak porsi ke euronya masih terkendali. Tapi kalau semua collapse, nggak kuat.
Penguatan dolar AS jadi keuntungan tersendiri buat INKA?
Harus, makanya saya genjot produk Filipina, Bangladesh kita utamakan. Kita kirim. Begitu sampai pelabuhan dapat duit untuk yang mengimbangi LRT Palembang, Jabodebek supaya tercover. Misalnya saya masih nggak kaut ngomong sama pemerintah.
Dengan penguatan dolar AS, ekspor kereta digenjot?
Ya harus, makanya saya bilang nanti muncul sana 'janganbeli jelek' udah wes bar, wassalamualaikum. Makanya kita harap bahwa dorong bahwa ekspor ini adalah utama, peluangnya ada dan saya datang sendiri sebagai dirut ke Filipina, ke Bangladesh, ke Thailand. Thailand dengan proses, mudah-mudahan sih ya saya sih mudah2an nggak ada apa2 50 lokomotif mungkin akan ke Thailand.
Kalau Thailand sudah masuk, ASEAN kuasai. Sekarang sudah punya anak perusahaan di sana untuk meng-cover ini semua karena mereka juga butuh komponen yang lain, boogie-nya, udah lah beli ke negara ASEAN, dan kebetulan di kalangan operator kereta api di ASEAN itu ada forum ARCO, Asean Railway CEO Meeting setiap tahun ketemu. Sebetulnya mereka butuh tinggal bagaimana kita mendekati itu, ini bisnis. Jadi nggak mungkin sendirian kita, kalau masuk ke Thailand ngomong sama orang Thailand lah.
Ada saingan INKA dari produsen kereta asing? Saingan terbesarnya siapa?
Pesaing terbesar adalah China. Paling besar itu di mana-mana itu. Bangladesh ada, ada semua. Makanya sekarang ini walaupun INKA kecil di Madiun itu INKA jadi pesaing berat.
Kenapa?
Karena nggak ada lagi, coba deh ASEAN siapa lagi kan nggak ada. INKA aja. Ada nggak pabrik lokomotif di Thailand, di Singapura nggak ada. Filipina nggak ada, Myanmar, Vietnam. Ini harus kita kejar. Teknologi kereta medium class lah nggak terlalu kaya pesawat, tapi memang kita butuh support dari masyarakat Indonesia yang masih cinta tanah air ini ayo kita berjuang untuk itu. Kalau situasi begini ini, kalau nggak begini susah nih. Mungkin share INKA masih kecil lah masalah ekonomi Indonesia, tapi paling tidak kita mulai dari yang kecil.
Kita kan harus berani masuk ke manapun. Saya datangin kok mau ke manapun Indonesia pasti datang, kita kibarkan merah putih. Dengan cara begini mudah-mudahan kalau ke Bangladesh, INKA udah tahu tuh, kalau ke Kamerun udah mulai kenal.
Untuk pesanan yang akan datang dan yang lagi dikerjakan INKA?
Filipina itu kita punya secara kontrak ya, Filipina itu 4 KRDE, kereta diesel listrik. Itu 4 car 4 rangkaian. Kemudian pesan 3 lokomotif diesel hydraulic, sama 15 kereta penumpang. Itu Filipina.
Thailand sedang proses, belum kontrak. Kalau Filipina sudah kontrak sudah mau dibuat di INKA.
Filipina dikirim kapan?
Filipina ada satu yang diminta mereka satu KRDE bulan Juni lah 2019, karena bu Menteri ikut tanda tangan waktu itu dan menjanjikan satu harus lebih cepat ya. Walaupun nanti akhir 2019 ya nggak apa-apa.
Bangladesh sedang dibangun, lagi dibuat, nanti Oktober itu akan kirim 50. Bukan perdana ini karena ekspor sudah. 50 gerbong kira-kira akhir Oktober lah kita akan kirim ke sana.
Thailand sedang proses, Srilanka sedang proses, Srilanka dapat uang dari fasilitas kredit ekspor dari Bank Exim sedang proses ini. Surat dari Kementerian Keuangan, surat dari bu Menteri (Keuangan) sudah keluar tinggal kita proses teknis dan antara Bank Exim Indonesia dan pihak perbankan sana untuk bisa.
Hari ini juga rapat dengan teman-teman Exim ada alokasi sekitar Rp 1 triliun untuk fasilitas kredit kereta.











































