Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini ikut mengalami pelemahan. Dolar AS berada di level Rp 14.910, lebih perkasa dibandingkan kemarin sore yang berada di Rp 14.870.
Pada perdagangan pre opening, IHSG turun ke 5.818,720. Indeks LQ45 juga turun 5,676 poin (0,61%) ke 912,595.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga pukul 09.05 waktu JATS, IHSG berbalik naik 11,995 poin (0,21%) ke 5.836,252. Indeks LQ45 turun 2,465 poin (0,27%%) ke 916,436.
Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup kompak di zona negatif pada perdagangan awal pekan kemarin (17/09). Indeks Dow Jones berakhir melemah sebesar 0.35% ke level 26062, S&P tertekan 0.56% ke level 2888 dan Nasdaq turun sebesar 1.43% ke level 7895.
Pelemahan pada bursa utama AS terjadi seiring dengan pengumuman kenaikan tarif barang impor barang China senilai US$ 200 miliar oleh Presiden AS Donald Trump semalam. Adapun sektor yang menjadi pemberat indeks diantaranya sektor konsumen discretionary dan teknologi inline dengan kekhawatiran para pelaku pasar mengenai dampak dari penerapan kebijakan yang diambil Presiden Trump tersebut.
Bursa saham Asia bergerak variatif. Berikut pergerakannya:
- Indeks Nikkei 225 menguat 1,07% ke 23.346,471
- Indeks Hang Seng jatuh 0,46% ke 26.808,850
- Indeks Komposit Shang Hai naik 0,38% ke 2.661,790
- Indeks Strait Times berkurang 0,67% ke 3.120,560











































