Dalam kuliah umum tersebut, Amran mengajak para mahasiswa UNP agar menjadi pengusaha muda yakni pengusaha yang jujur, disiplin dan berkomitmen, serta terus belajar. Menurutnya, jika ingin sukses, mahasiswa minimal belajar sepuluh jam setiap hari.
"Dulu kami jual ikan merugi, beras juga merugi. Kami pun gali dan kumpulkan batu gunung. Tangan kami keras. Jadi jangan manja, harus kerja keras agar menjadi orang sukses. Kami umur 36 tahun sudah bisa mandiri, tapi kerja sejak umur sembilan tahun," kata Amran dalam keterangan tertulis, Rabu (3/10/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: RI Ekspor 10.000 Ton Manggis ke China |
Untuk menjadi wirausahawan muda yang sukses, Amran mengatakan generasi muda tidak boleh gampang menyerah. Sebab, perjalanan untuk menjadi sukses pasti dihadapkan dengan tantangan yang berat sehingga memerlukan proses atau waktu yang cukup panjang. "Kami dulu 13 tahun perjalanan wirausaha, tidak menyerah, pantang menyerah," katanya.
"Ada pola pikir yang salah berkembang di masyarakat, kalau jadi pegawai tidak bisa kaya. Kami gugurkan anggapan ini, kami dulu pegawai PTPN (PT Perkebunan Nusantara), tapi bisa menjadi menjadi wirausaha sukses. Kami kerja keras, terus melakukan inovasi, akhirnya kami buktikan bisa kaya," sambungnya.
Lebih lanjut Amran juga menegaskan bahwa jika ingin berhasil, mahasiswa harus menciptakan tantangan dan harus memiliki keyakinan bahwa bisa menyelesaikan atau melewati masalah. Menurutnya, semua konglomerat dunia sukses pasti karena berani menciptakan tantangan.
"Pelaut ulung itu lahir di ombak yang besar, bukan di air tenang. Jadi jika ingin sukses, harus berani masuk ke tantangan yang besar dan yakin lah bisa lewatinya," tegasnya.
Amran pun memaparkan kiat-kiat menjadi wirausaha muda yang sukses, di antaranya harus bisa bekerja keras, jujur, dan disiplin, sehingga jika gagal pantang menyerah tetapi terus berusaha dan belajar. Selain itu, baginya generasi muda harus punya komitmen dan terus berdoa, serta tidak boleh menuntut atau minta-minta kecuali pada Yang Maha Kuasa.
Baca juga: Mentan: Mau Kaya, Masuk ke Sektor Pertanian |
"Dulu kami menjadi dosen wirausaha enam tahun di Unhas (Universitas Hasanuddin), selama enam tahun tidak digaji. Ternyata kalau mengajar tidak dibayar, Allah membalasnya dengan menjadikan menteri. Kami harap bapak ibu dosen juga bisa seperti itu," ungkapnya.
Sebagai informasi, dalam kuliah umum tersebut selain dihadiri mahasiswa, turut hadir pula Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Anggota DPD RI Ema Yohana, dan jajaran pimpinan rektorat UNP. (ega/hns)











































