Dilansir dari data Cost of Living Indeks milik Numbeo, pada tahun ini Dubai merupakan kota ke-217 paling mahal di dunia. Sebelumnya, Dubai berada di peringkat ke-210. Dari sisi bisnis, investor dapat memperoleh lisensi offshore kurang dari US$ 1.000 dan memulai trading company dengan biaya mulai dari US$ 2.000.
Chief Economist Abu Dhabi Commercial Bank, Monica Malik, mengungkapkan penurunan harga properti di Dubai menjadi faktor utama terjadinya inflasi. Disusul dengan penurunan harga minyak dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Managing Director Shaikhani Group Ahmed Shaikhani mengaitkan hal ini dengan sewa komersial yang lebih rendah, pengurangan biaya oleh departemen ekonomi, dan biaya yang lebih rendah untuk impor dan ekspor barang dari Emirat.
"Sewa komersial telah turun secara konsisten selama beberapa kuartal terakhir. Departemen ekonomi telah mengurangi biaya sebagai bagian dari kemudahan melakukan bisnis sehingga modal awal yang diperlukan untuk memulai bisnis juga telah menurun secara substansial di Dubai. Selain itu, biaya impor dan ekspor barang-barang juga sangat rendah," katanya.
Baca juga: Ayo Menjelajah Dubai! |
Tak hanya itu, harga pasang iklan di Dubai dibanderol mulai dari 40 Dh per meter persegi di Jumeirah Lake Towers dan Business Bay. Jika dibandingkan dengan kota lainnya seperti London dan New York, Dubai berada di posisi atas yang menawarkan kemudahan memulai bisnis baru.
"Ketika membandingkan Dubai dengan kota-kota global lainnya seperti London dan New York, Dubai tentu saja menjadi pilihan teratas untuk kemudahan berbisnis, biayanya terjangkau untuk investasi, dan cocok untuk memulai bisnis baru," ucap Shaikhani.
(ega/hns)











































