Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya menggenjot peringkat Indonesia dari 73 ke 50. Target ini terhitung lebih rendah dibanding yang dicanangkan Jokowi pada 2014 lalu yang mengincar peringkat 40.
Terlepas dari itu, investasi dibutuhkan untuk mendorong tercapainya target pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apalagi jika Indonesia ingin menggenjot ekonomi nasional tumbuh di atas 5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Minta RI Peringkat 50
Foto: Ilustrasi: Luthfi Syahban
|
"Dan Presiden lewat arahan khusus kepada kami minimal harus masuk peringkat 50 dari 73," kata dia dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis (31/10/2019).
Bahlil akan berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto untuk merealisasikan perintah Jokowi.
"Insyaallah kami akan koordinasi dengan Menko Perekonomian untuk bagaimana ada sinkronisasi agar semua urusan kemudahan ini dilimpahkan kepada kita bekerja secara maksimal," tambahnya.
Butuh Investasi Rp 1.200 T
Foto: Ilustrasi: Luthfi Syahban
|
"Kalau kita ingin punya target pertumbuhan ekonomi 6-7% maka minimal realisasi investasi kita per tahun itu Rp 1.100 sampai Rp 1.200 triliun," kata dia dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis (31/10/2019).
Masalahnya, untuk memperoleh investasi sebesar itu tidak cukup bila hanya mengandalkan aliran modal dari dalam negeri. Oleh karenanya dibutuhkan juga penanaman modal asing.
"Uang kita nggak cukup sebanyak itu (Rp 1.100-Rp 1.200 triliun). Maka mau tidak mau kita butuh investor dari luar untuk membantu kita agar bisa mencapai pertumbuhan ekonomi," jelasnya.
Kawal Investor Tanam Modal
Foto: Ilustrasi: Luthfi Syahban
|
Kondisi tersebut menurutnya harus disikapi oleh BKPM dengan membantu para calon investor agar minat mereka menanamkan modalnya di Indonesia bisa benar-benar dieksekusi.
"Kita gandengan tangan membantu para investor untuk mengeksekusi, kita harus mengeksekusi untuk merealisasikan. Kita tidak saatnya lagi untuk harus main di angka data-data dan di atas meja. Jadi kita akan mengeksekusi," lanjutnya.
Tambah dia, BKPM berjanji akan melakukan pendampingan kepada investor yang betul-betul ingin berinvestasi di Indonesia, mulai dari sisi perizinan hingga hambatan-hambatan lainnya.