Â
"Nilai obligasi lebih tinggi dari semula US$ 130 juta lantaran tingginya permintaan yang mencapai US$ 960 juta," kata salah seorang pelaku pasar, Selasa (25/1/2011).
Â
Dana hasil obligasi akan digunakan untuk mendanai belanja modal (capex) dan membayar utang. Hingga penutupan perdaganga Sesi I, saham BTEL stagnan di Rp 220 per lembar saham.
Â
Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.
(ang/ang)










































