Kapal seismik tersebut nantinya digunakan memenuhi kebutuhan survei seismic marine di kawasan Asia-Pasifik, dengan fokus utama wilayah dalam negeri.
"Dengan ada potensi pertambahan laba dari proyek seismik ini, saham ELSA berpeluang untuk terkerek menuju Rp 500," ujar salah satu pelaku pasar, Rabu (20/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, ELSA telah menunjukkan implementasi pelaksanaan pekerjaan seismik di berbagai daerah transisi di Indonesia di antaranya di Gresik (Jawa Timur), Handil dan Tunu (Kalimantan Timur), Seruway (Aceh), Bontang (Kalimantan Timur) serta Selat Sele, Teluk Bintuni, dan Kaimana (Papua).
Pada perdagangan kemarin ELSA ditutup menguat 10 poin ke level Rp 315 per lembar. Sahamnya ditransaksikan dengan volume 24,42 juta lembar saham senilai Rp 7,54 miliar.
Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.
(ang/ang)











































