Pasalnya, pasokan tembakau dari beberapa negara di Amerika Selatan mulai terbatas akibat banyaknya kerusakan lahan tanaman tembakau karena cuaca panas.
"Menyebabkan perusahaan-perusahaan rokok terbesar dunia melirik pemasok tembakau terbesar nomor dua di dunia yakni Indonesia," kata salah satu pelaku pasar, Senin (1/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk target tahun ini RMBA akan mencatat laba bersih 40% lebih tinggi dari tahun lalu. Akan prospek yang bagus tersebut, dikabarkan RMBA akan segera menuju level Rp 1500," tambahnya.
Perdagangan RMBA terlihat aktif dan ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat 29 Juli 2011, yaitu naik sebesar 20 poin (+2.2%) ke level Rp 930 per lembar dengan volume perdagangan sejumlah 2,55 juta lembar saham dengan nominal Rp 2,31 miliar.
Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.
(ang/ang)











































