Menurut salah satu pelaku pasar yang mengetahui rencana ini, manajemen MRAT menilai pangsa pasar Eropa tidak begitu menggiurkan, akibat mulai melesunya perekonomian yang disebabkan krisis utang beberapa negara di kawasan Eropa.
"Alih-alih menambah penjualan ekspor ke kawasan Eropa, MRAT mulai membidik pangsa pasar baru yaitu negara-negara di kawasan Timur Tengah," kata si pelaku pasar tersebut, Jumat (2/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga dengan terwujudnya rencana ekspansi ekspor ini, penghasilan MRAT diprediksi akan meningkat sekurang-kurangnya 40% pada tahun mendatang. Para investor sedang mengumpulkan saham MRAT yang dikabarkan akan dibawa ke level Rp 800 dalam jangka waktu menengah.
Pada perdagangan kemarin MRAT ditutup pada harga Rp 570 per lembar saham atau meningkat 50 poin (+9,62%) dengan jumlah transaksi senilai lebih dari Rp 2,23 miliar.
Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.
(ang/ang)











































