Selain itu, menurut salah satu pelaku pasar yang mengetahui detil kabar ini, wasit pasar modal ini juga terpaksa menolak aksi korporasi tersebut karena harga saham Garuda yang masih 'tiarap', belum kembali ke harga penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).
"Makanya Bapepam menolak untuk memberi izin kuasi ke Garuda," bisik si pelaku pasar tersebut, Kamis (15/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kabarnya, Bapepam merasa tak cukup jika Garuda hanya meraup untung saja. Kinerja saham dan jangka waktu emiten tersebut melantai di bursa masuk dalam perhitungan Bapepam.
Memang, harga saham Garuda sejak IPO Februari 2011 pada harga Rp 750 per lembar, sampai saat ini belum berhasil kembali ke posisi tersebut. Garuda juga belum genap satu tahun melantai di bursa
Pada perdagangan hari ini, saham GIAA berada di level Rp 425 per lembar. Saham GIAA cenderung stagnan pergerakannya
Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.
(ang/dnl)











































