Namun salah satu narasumber mengatakan bahwa di awal Februari ini, KRAS akan segera menerima dana sebesar US$ 450 juta atau sekitar Rp 4 triliun untuk pembangunan blast furnace. Proyek lainnya yang sedang dikerjakan oleh KRAS adalah pembangunan pabrik baru di daerah Cilegon yang diserahterimakan kepada anak perusahaannya KS-Posco. Proyek ini yang awalnya dapat diselesaikan pada kuartal I-2013 akan dimajukan perampungannya hingga akhir 2012 ini.
Kabar yang beredar di kalangan pelaku pasar disebut-sebut harga saham KRAS dapat mencapai Rp 1.500 pada waktu dekat ini. Pada perdagangan kemarin, KRAS ditutup stagnan di level Rp 890 per lembarnya dengan nilai transaksi sebesar Rp 6,62 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(dnl/dnl)











































