Menurut salah satu pelaku pasar, investor asing tersebuut merupakan salah satu perusahaan migas terbesar di Amerika Serikat. Kabar teranyar, Benakat akan melepas seluruh kepemilikannya sebesar 34,7% kepada investor asing tersebut melalui tender offer di harga premium Rp 400 per lembarnya.
"Rencana tender offer ini sedang dikaji oleh pihak Benakat dan sudah mengarah kepada tahap perundingan dengan pihak investor asing tersebut," ucap sumber.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naiknya laba bersih ELSA tersebut ditopang oleh peningkatan laba dari sektor hilir dan hulu migas, serta jasa pendukung sektor hulu migas. Sementara untuk proyek ke depan, ELSA sedang merampungkan proyek 3D Land Seismic Data Acquisition di Subang.
Dengan selesainya proyek ini, pendapatan ELSA dari sektor jasa hulu migas terintegrasi akan meningkat jauh lebih tinggi daripada perkiraan. Hingga saat ini hanya ELSA yang memiliki teknologi 3D Land Seismic Data Acquisition tersebut. Hal tersebut rupanya yang menjadi daya tarik ELSA sehingga dilirik oleh investor asing.
Pada perdagangan kemarin, ELSA ditutup menguat pada level Rp 265 per lembarnya atau naik 20 poin (+8.16%) dibandingkan dengan harga pada hari sebelumnya. Volume transaksi ELSA pada akhir sesi Rabu (1/2/2012) kemarin adalah senilai lebih dari Rp 44.18 miliar.
Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.
(wep/dnl)










































