Menurut salah satu pelaku pasar, ketertarikan perusahaan asing itu salah satunya karena TELE dinilai berhasil dalam pengembangan distribusi ponsel low end asal negeri Tiongkok.
"Selain itu, TELE telah memiliki jaringan ritel 200 toko, branch office di 120 kota, dan service center yang mana merupakan nilai plus tersendiri bagi ZTE," bisik si pelaku pasar, Kamis (9/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, berdasarkan laporan keuangan TELE pada tengah tahun 2011, segmen penjualan telepon genggam dan layanan purna jual masing-masing membukukan pendapatan Rp 325,15 miliar dan Rp 464 juta.
Ti-phone optimis dapat menjual satu juta ponsel baru di 2012. Mengingat, tidak seluruh masyarakat Indonesia tergolong mampu dan membeli ponsel berbasis Apple (Iphone) ataupun Blackberry.
Pada perdagangan Rabu 8 Februari 2012 kemarin, TELE ditutup pada level Rp 355 atau naik 25 poin (+7,58%)dengan nilai transaksi lebih dari Rp 40,38 miliar, dengan volume perdagangan 114 juta lembar.
Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.
(ang/ang)











































