"Perusahaan dapat bangkit dari keterpurukan akibat krisis global pada akhir tahun 2008 lalu. Perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa perkapalan ini mendapat pukulan yang cukup keras akibat krisis ekonomi pada waktu itu," kata si pelaku pasar, Rabu (4/4/2012).
Ia mengatakan, SMDR sempat mengalami kehilangan banyak kontrak besar untuk jasa perkapalan dan forwarding dari beberapa negara, yang dibatalkan akibat menurunnya daya beli masyarakat global dan melemahnya perekonomian negara-negara maju
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena alasan inilah, salah satu perusahaan raksasa dari Taiwan ingin memiliki sebagian porsi saham SMDR dalam portfolionya," ujarnya.
Dengan rencana pembelian melalui tender offer pada harga premium Rp 10.000 per lembarnya. Kabarnya kedua belah pihak sedang dalam proses negosiasi mengenai realisasi rencana ini.
Pada perdagangan kemarin, SMDR ditutup menguat 275 poin (+6,01%) pada level Rp 4.850 dengan volume transaksi senilai lebih dari Rp 12,69 miliar.
Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.
(ang/ang)











































