Hal ini, kata salah satu pelaku pasar, disebabkan karena pertumbuhan penjualan dan laba kotor dari ENRG yang cukup signifikan akibat ditopang dari hasil penjualan minyak dari blok ONWJ PSC.
"Pembelian saham tersebut dilakukan di pasar dengan rentang harga Rp 140 - 160. Info yang didapat, pelaksana pembelian saham tersebut adalah CLSA Indonesia," kata si pelaku pasar itu, Selasa (3/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disclaimer: Redaksi detikFinance tidak bertanggung jawab atas isi dari rumor saham ini. Semua keputusan investasi tetap berada di tangan investor.
(ang/ang)











































