Jawaban:
Penggunaan automatic order ada 2 cara, yaitu :
1. basic mode: menu automatic order sederhana, untuk membantu nasabah yang masih pemula dalam penggunaan menu ini. Caranya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
A. Portfolio sell: melakukan penjualan saham yang terdapat di portfolio dengan melakukan settingan harga berdasarkan last price, best offer, best bid., kemudian menentukan order price/harga order berdasarkan best offer, best bid, maupun berdasarkan last price, lalu tentukan validasi waktu yang ingin digunakan (maksimal 30 hari). Menu ini dapat berfungsi sebagai cut loss, profit take, order price.
B. Buy: nasabah dapat melakukan penginputan saham yang ingin dibeli (hanya
dengan menggunakan cash saat diinput, tidak dapat menggunakan dana
RTL/Pinjaman), setting kondisinya dapat diinput berdasarkan:
- last price, best bid, best offer
- volume yang ingin dibeli.
C. Sell: penginputan beserta dengan kondisinya sama dengan buy
2. Expert mode: untuk nasabah yg ingin melakukan order melalui automatic order dengan settingan yang lebih spesifik/detail
Setting type terdapat tambahan yaitu berdasarkan persentase, ticker, dan P/L (Profit/Lost).
A. Portfolio Sell: settingan kondisi untuk harga terdapat 3 pilihan yaitu :
- last price kurang sama dengan harga
- last price besar sama dengan harga
- last price besar sama dengan harga dan dibawah top price saat itu.
B. Buy: Setting kondisinya hampir saham dengan yang terdapat di basic mode hanya terdapat tambahan yaitu:
- Last price vs Prev Price
- Last price kurang sama dengan harga dan berbanding dengan harga bawah saat itu.
C. Sell: settingannya sama dengan buy hanya saja kalau pada buy yang dipilih adalah harga bawah maka pada sell yang dipilih adalah harga atas atau saat kondisi Top Price turun (untuk menghindari kerugian)
(qom/qom)











































