Kapok 'Bermain' Saham, Harus Bagaimana?

Kapok 'Bermain' Saham, Harus Bagaimana?

eTrading Securities - detikFinance
Senin, 23 Jul 2012 11:32 WIB
Kapok Bermain Saham, Harus Bagaimana?
Jakarta - Saya adalah seorang trader saham. Terlalu banyak saham yang nyangkut serta terlalu besar kerugian yang harus saya alami membuat saya kapok bermain saham.

Permasalahannya, apakah saya lebih baik berinvestasi ORI, reksadana, atau obligasi korporasi? Dan bagaimana cara membeli obligasi/ORI?

Kemudian, kapan saya bisa menjual rugi saham yang saya miliki?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terima kasih.

Jawaban:
Terima kasih untuk pertanyaannya Bapak/ibu Wid

Sebelum saya menjawab pertanyaan Bapak/ibu Wid perlu saya jelaskan jenis ‘investor’ atau ‘pemain’ saham:

1. Trader, mereka yang membeli saham dan menjualnya kembali dengan time horizon jangka pendek bisa harian bahkan hanya hitungan jam/menit. Biasanya tools yang dipakai adalah technical analysis namun ada juga yang hanya memakai ‘insting’. Resiko jenis ini cukup tinggi.

2. Investor, mereka yang membeli saham dan menjualnya kembali dalam jangka panjang, pemilihan saham berdasarkan analisis Fundamental seperti pertumbuhan penjualan/laba bersih perusahan tersebut, struktur neraca dll. Resiko lebih rendah dibanding jenis trader

Kebanyakan tipe ‘pemain’ saham di Indonesia adalah tipe trader namun sayangnya banyak yang belum melengkapi diri dengan pengetahuan yang cukup untuk menjadi trader sehingga banyak mengalami kerugian.

Mungkin sekarang bapak/ibu Wid ingin membanting setir ke reksadana/obligasi korporasi dan ORI. Untuk reksadana bermacam-macam jenisnya ada pendapatan tetap (sebagian besar di Investasi di Obligasi baik pemerintah/korporasi); pasar uang (instrument investasi surat berharga yang jatuh tempo kurang dari satu tahun); Saham; berimbang dll.

Tidak ada satu yang lebih baik dari yang lain karena selalu ‘High Risk High Return’, dan masing-masing instrument punya kelebihan dan kekurangannya seperti obligasi korporasi mempunyai kekurangan yakni untuk membeli butuh modal yang besar sementara kalau reksadana fixed income kekurangannya mempunyai banyak biaya yang dibebankan ke pemegang reksadana tersebut (unit holder) seperti management fee, custodian fee, entry/exit fee dll.

Untuk membeli obligasi bisa lewat perusahaan sekuritas yang mempunyai divisi fixed income seperti etrading securities, untuk ORI (perdana) dapat dibeli di agen penjual yang ditunjuk pemerintah bisa perusahaan sekuritas atau bank.

(etr/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads