Mengelola Reksa Dana di Satu Manajer Investasi

Mengelola Reksa Dana di Satu Manajer Investasi

eTrading Securities - detikFinance
Senin, 06 Agu 2012 11:02 WIB
Mengelola Reksa Dana di Satu Manajer Investasi
Jakarta - Saya newbie dalam investasi di mutual funds. Baru-baru ini mencoba membeli 3 macam reksa dana (fixed income, balance & equity), berdasarkan riset kecil-kecilan terhadap berbagai reksa dana yang ada. Kebetulan ketiga pilihan terbaik saya jatuh di satu Manajer Investasi (MI). Bagaimana sarannya mengenai hal ini? Apa saya perlu diversifikasi pada berbagai MI juga? Thanks

Jawaban:
Salam sukses untuk Ibu Paramita,

Sebelum melakukan investasi pada reksa dana, ada beberapa langkah yang hendaknya dilakukan oleh investor/calon investor. Langkah tersebut antara lain:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Memeriksa validitas (keabsahan) dari reksa dana, pengelola dana atau manajer investasi (MI), dan agen penjual dari reksadana tersebut. Untuk memeriksanya, dapat melihat data pada website Bapepam-LK (http://www.bapepam.go.id/reksadana/data.asp?page=aperd)

2. Memeriksa rekam jejak pengelola dana (MI) antara lain mengenai: pengalaman manajer investasi, aset yang dikelola, tim pengelola, kinerja historis, keterbukaan informasi, dsb. Laporan bulanan kinerja reksa dana (fund fact sheet) dapat menjadi salah satu acuan dalam melihat rekam jejak pengelola dana (MI). Fund Fact sheet tersebut dapat diperoleh pada website pengelola (MI), website agen penjual atau meminta langsung pada agen penjual reksadana tersebut.

3. Setelah melakukan pengecekan pada point 1 dan 2, investor/calon investor dapat melakukan penilaian atas kinerja reksa dana. Untuk menilai baik/buruknya kinerja sebuah reksa dana, investor/calon investor dapat membandingkan kinerja sebuah reksa dana dengan benchmark-nya atau dengan reksa dana saham yang lain yang dapat dijadikan benchmark. Misalnya, tingkat pengembalian atau imbal hasil dari sebuah reksa dana saham dapat dibandingkan dengan tingkat pengembalian atau imbal hasil dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Semakin panjang waktu historis (historical time frame) yang digunakan dalam perbandingan, semakin memberikan informasi mengenai konsistensi dari kinerja sebuah reksa dana. Data historis reksa dana dapat dilihat pada surat kabar atau pada website http://pusatdata.kontan.co.id/v2/reksadana. Sebelum melakukan investasi pada reksa dana investor disarankan memahami terlebih dahulu informasi yang terkandung dalam prospektus reksa dana yang bersangkutan.

Bila setelah melakukan tiga langkah tersebut di atas diperoleh kesimpulan bahwa ternyata kinerja terbaik 3 jenis reksa dana (pendapatan tetap, saham, dan campuran) adalah reksa dana yang dikelola oleh pengelola (MI) yang sama, maka hal ini bukanlah hal yang salah. Perlu menjadi catatan bahwa kinerja masa lalu dari portofolio suatu reksa dana tidak mencerminkan kinerja di masa yang akan datang.

(etr/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads