Investasi Reksa Dana untuk Pemula

- detikFinance
Selasa, 12 Feb 2013 15:00 WIB
Jakarta - Pertanyaan Pembaca: Saya seorang karyawan berusia 25 tahun dan masih lajang. Saat ini berpenghasilan Rp 6 juta. Setelah dikurangi konsumsi dan biaya lainnya, saya menabung sekitar Rp 2,5 juta per bulan.

Saat ini saya tertarik untuk melakukan investasi reksa dana. Yang ingin saya tanyakan reksa dana seperti apa yang pas untuk pemula seperti saya (salah satu tujuannnya adalah untuk membeli rumah pribadi) dan apakah Anda dapat merekomendasikan salah satu penyedia reksa dana yang baik, mengingat saat ini banyak sekali penyedia reksa dana yang menawarkan produk-produknya.

Terima kasih.

Jawaban:
Terima kasih untuk Pak Andi atas pertanyaannya.

Sebelum kami memberikan saran terkait tujuan keuangan Pak Andi untuk investasi di reksa dana, dalam beberapa literatur perencanaan keuangan ada beberapa hal yang sebaiknya dipenuhi terlebih dahulu.

Adapun hal-hal yang terkait keuangan sebelum melakukan investasi di antaranya:
1. Cash flow alias arus kas harus positif (Pendapatan > Pengeluaran) dan ini sudah terpenuhi dari tabungan sebesar Rp 2,5 juta setiap bulan.
2. Adanya dana darurat yang berfungsi sebagai dana cadangan jika kena PHK ataupun adanya kejadian diluar perkiraan. Karena Bapak Andi masih single, biasanya dana cadangan tersebut sebanyak 3 kali dari THP atau kebutuhan bulanan.
3.Asuransi yang diperlukan jika memang punya riwayat penyakit cukup serius. Sebaiknya mengambil lagi asuransi karena mungkin asuransi yang dicover perusahaan tidak menutupi penyakit yang kompleks.
4. Utang tidak boleh melebihi 30 atau 35% dari THP. Tidak ada keterangan terkait data utang Anda, sehingga diasumsikan tidak memiliki utang.

Setelah ke empat komponen diatas terpenuhi barulah Anda bisa melakukan investasi sesuai dengan profil risikonya. Dikarenakan Pak Andi baru memulai berinvestasi, pilihan Anda sudah tepat untuk memilih reksa dana.

Ada beberapa jenis reksa dana yang dikenal secara umum di antaranya Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran serta Reksa Dana Saham. Ada juga Reksa Dana berprinsip Syariah.

Pilihan reksa dana haruslah disesuaikan dengan profil risiko Anda. Biasanya sebelum membeli produk reksa dana nasabah harus mengisi kuesioner untuk menentukan profil risikonya apakah masuk dalam kategori konservatif, moderat atau agresif.

Dengan umur Anda yang masih tergolong muda (25 tahun) sebaiknya Anda memilih produk dengan profil risiko moderat hingga agresif. Pilihan reksa dana yang sesuai dengan profil demikian adalah Reksa Dana Campuran atau Reksa Dana Saham.

Selanjutnya Anda berencana membeli rumah dengan melakukan investasi melalui reksa dana. Di sini Anda tidak menyampaikan kapan rencana memiliki rumah, kisaran harga rumah serta skema pembelian nantinya apakah melalui cash dari hasil investasi ataukah melalui KPR.

Dengan keterbatasan data yang ada, kami mengasumsikan Anda akan membeli rumah dengan harga Rp 300 juta (luas di bawah 70 m2). Dengan kondisi saat ini Anda belum bisa melakukan pembelian rumah tersebut secara tunai sehingga tentu saja sebaiknya pembelian dilakukan melalui skema KPR.

Biasanya kita harus mempersiapkan sekitar 30% dana dari harga jual rumah untuk DP, asuransi, biaya bank, notaris dan sebagainya. Sehingga total dana yang harus dipersiapkan Anda sebesar Rp 90 juta. Dana tersebut bisa dikumpulkan dari tabungan sebesar Rp 2,5 juta/bulan selama 36 bulan.

Namun jika Anda berencana membeli rumah tersebut secara tunai dari hasil investasi di reksa Dana maka harus ada penyesuaian dari nilai rumah pada saat harga sekarang dengan harga rumah pada saat periode investasi Anda berakhir.

Dengan asumsi return Reksa Dana Saham sekitar 15% dan periode investasi bulanan sebesar Rp 2,5 juta maka total investasi Anda dalam waktu 7 tahun sebesar Rp 372.420.382. Hasil perhitungan tersebut menggunakan formula (Future Value) FV Annuiy dalam teori Time Value of Money.

Tentu saja Anda belum mendapatkan harga rumah yang saat ini sebesar Rp 300 juta dengan hasil investasi nanti 7 tahun yang akan datang sebesar Rp 372.420.382. Karena tentunya harga rumah bisa saja dua kali harga sekarang atau lebih akibat kenaikan harganya.

Saran kami, dengan tujuan Anda membeli rumah sebaiknya belilah melalui skema KPR dengan mengumpulkan total sekitar 30% dari harga rumah atau dalam kasus ini Rp 90 juta. Untuk mengumpulkan dana tersebut Pak Andi bisa membeli Reksa Dana Pendapatan Tetap atau Pasar Uang.

Pilihan ini disesuaikan dengan tujuan keuangan serta tingkat risiko dari jenis reksa dana yang akan dibeli. Selanjutnya dengan kondisi rasio leverage keuangan Anda yang masih sehat, maka mengambil skema KPR dalam pembelian rumah sangat disarankan dan biasanya perbankan sudah menyesuiakan cicilan sesuai kondisi keuangan nasabah serta jangka waktu cicilannya.

Kelebihan dari pembelian dengan skema KPR juga untuk memanfaatkan cash yang ada untuk diinvestasikan. Dalam teori keuangan dikenal dengan “Cash is King” di mana kas adalah raja dengan maksud uang saat ini lebih berharga dibanding saat masa depan. Disamping itu tingkat bunga yang kita bayarkan melalui cicilan KPR tersebut dapat dikompensasi dengan kenaikan harga rumah/properti setiap tahunnya.

Untuk pilihan Manajer Investasi (pihak menjual produk reksa dana) pilihlah Manajer Investasi yang memiliki track record yang baik, membeli reksa dana dengan NAB di atas 2000 dengan maksud sudah melihat kinerja dalam setahun atau beberapa tahun, pilihlah reksa dana yang memiliki kinerja di atas benchmark-nya. Misalkan reksa dana saham benchmarknya IHSG. Serta yang terakhir pilih yang memberikan kemudahan informasi, transaksi serta pelayanan yang optimal.

Demikian saran-saran yang dapat disampaikan semoga bisa membantu Pak Andi untuk memiliki rumah impiannya.

Salam
Research Team Mega Capital Indonesia

(ang/ang)