img_list
Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 30 Jul 2018 09:09 WIB

Mau Mulai Investasi Saham, Ini yang Kamu Harus Tahu (bagian 2)

Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Melanjutkan dari tulisan sebelumnya tentang tips berinvestasi saham lanjutan di Indonesia, ditulisan tersebut telah dibahas apa yang harus anda lakukan ketika saham yang anda beli turun harganya.

Ada beberapa scenario yang bisa anda lakukan dan itu semua akan sangat tergantung dari posisi anda ketika mencoba berinvestasi di saham tersebut, apakah anda menjadi seorang investor jangka panjang atau menjadi trader (pedagang) saham dalam jangka pendek.

Nah dalam tulisan kali ini kita akan bahas lebih detil lagi, apa yang harus anda "miliki" apabila anda ingin mengambil posisi sebagai investor saham jangka panjang ataupun trader saham jangka pendek. Dan apa saja yang harus anda persiapkan untuk bisa melakukan hal tersebut?

Mau Jadi Investor Jangka Panjang Yang Jago? Anda Harus Punya "Nafas" yang Panjang

Yes, salah satu modal utama untuk menjadi investor saham jangka panjang maka anda harus mempunyai nafas yang panjang. Maksudnya? Ingat anda berinvestasi bukan untuk 1-2 hari, 1-2 minggu atau bahkan 1-2 bulan.

Anda akan berinvestasi bertahun-tahun oleh sebab itu dibutuhkan kesabaran dan nafas panjang termasuk juga dari sisi keuangan.

Beberapa perencana keuangan juga menyarankan untuk berinvestasi pada saham secara rutin setiap bulan dengan nominal yang kecil dimana strategi ini mirip seperti bila anda berinvestasi di reksadana yang diluar negeri dikenal dengan istilah "dollar cost averaging". Strategi ini oleh bursa efek kemudian dijadikan program dengan nama Yuk Nabung Saham.

Investor saham jangka panjang harus selalu memantau dan memperhatikan laporan keuangan dari perusahaan yang mereka beli agar bisa memastikan tidak ada aksi korporasi yang bisa merugikan mereka.

Investor jangka panjang juga sebaiknya berinvestasi pada saham-saham perusahaan unggulan (bluechips) yang memberikan dividen (keuntungan) dan/atau melakukan pemecahan saham (stock split) untuk memastikan perusahaan tersebut masih ada, berbisnis dan menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang bagi anda investor.

Ingat tadi atas saya juga sebutkan untuk investor jangka panjang juga harus siap nafas panjang dari sisi keuangan? Yes, karena ketika harga saham anda turun anda akan tetap menyimpan saham yang sedang rugi tersebut bahkan anda disarankan sebaiknya untuk membeli lagi saham tersebut.

Itulah sebabnya strategi membeli saham secara rutin setiap bulan dalam jangka panjang khusus untuk investor jangka panjang sangat cocok dibandingkan membeli satu kali dalam jumlah besar dan kemudian tidak ada penambahan dana lagi, kecuali ketika anda invest dalam jumlah besar harga sahamnya relative sangat murah/rendah.

Mau Jadi Trader yang Jago? Anda Harus Tidak Punya Feeling

OK, tadi sudah dibahas bila anda ingin sukses menjadi investor jangka panjang, lalu apa dan bagaimana strategi bila anda ingin sukses dan jago jadi trader saham?

Menurut pengalaman saya pribadi dan juga hasil diskusi dan pengalaman pemain saham lainnya ada 1 benang merah kesamaan yang kami lakukan? Apa itu? Ketika bermain atau trading saham anda tidak boleh mempunyai feeling atau perasaan. Maksudnya adalah, ketika saham yang anda beli naik harganya anda tidak merasa senang secara berlebihan, demikian juga sebaliknya ketika saham yang anda beli harganya turun maka anda tidak panik atau tetap tenang.

Jadi untuk jago trading saham anda harus punya perencanaan atau dikenal dengan istilah trading plan. Nah, didalam trading plan tersebut anda harus memiliki target persentase profit yang dicari dan target kerugian (loss) yang bisa anda tanggung.

Berdasarkan rencana tersebut anda mulai trading saham dan disiplin dengan angka-angka trading plan anda. Anda harus jual posisi kepemilikan saham anda ketika target keuntungan anda tercapai dan juga jual rugi (cut loss) sesuai kerugian yang bisa anda tanggung. Itu sebabnya penting untuk tidak punya feeling atau perasaan ketika anda trading saham, apalagi sampai baper. Bagaimana bisa melatih feeling tersebut?

Makanya ikutan deh cara-caranya di kelas dan workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates .

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan info http://bit.ly/CPM0718 dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana, info http://bit.ly/WRD0718. Selain itu, atas permintaan banyak orang maka kami juga mengadakan workshop 1 hari tentang Property cara memilih dan berbisnis sewa-sewaan property, info bit.ly/PROP0818 .

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning, dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Agustus info http://bit.ly/INFP0818 dan http://bit.ly/ADFP0818 . Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik t.me/seputarkeuangan .

Sekali lagi harap diingat bahwa berinvestasi termasuk investasi disaham mengandung resiko investasi dimana dana investasi anda bisa naik, bisa turun atau bahkan bisa merugi alias hilang seluruhnya.

Hasil investasi di masa lampau tidak menjamin untuk hasil investasi di masa yang akan datang. Sesuaikan investasi dengan profil resiko anda. Anda wajib
mempelajari secara detil dan seksama sebelum memulai berinvestasi.


Saksikan juga video 'Tips Olah Dana Investasi dari Bos Startup':

[Gambas:Video 20detik]

(dna/dna)
Klik di sini untuk mengirimkan pertanyaan yang ingin dikonsultasikan dengan kami. Konsultasi seputar perencanaan keuangan, properti dan UKM.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed