Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar saat ditemui diacara pekan raya peluang usaha di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (16/9/2008).
Â
Menurut Anang, dalam setiap ajang pameran waralaba umumnya yang sering datang mengunjungi pameran adalah ibu-ibu rumah tangga. Bahkan ia pernah melakukan survei kecil-kecilan, dan ternyata dari 10 tawaran waralaba, 6 sampai 7 tawaran tersebut diambil oleh kaum hawa.
Â
Alasannya? cukup klasih sebenarnya. Menurut Anang, selama ini kaum ibu-ibu terutama ibu muda punya pengelolaan uang lebih longgar dari suaminya, umumnya mereka yang mengumpulkan uang di keuangan keluarga.
Â
Selain itu, masalah waktu yang luang menjadi faktor yang dominan, karena kaum hawa yang agresif biasanya akan berperan sebagai investor aktif dan berkesempatan menjalankan usaha karena waktu yang longgar.
Â
Namun sayangnya, lanjut Anang, hal tersebut tidak diimbangi oleh perhitungan dan pertimbangan matang, biasanya lebih pada aspek emosional yang menjadi dasar ibu-ibu untuk mengambil suatu pilihan waralaba atau peluang usaha.
Â
"Ibu-ibu umumnya melihat sebagai sebuah bisnis sampingan sebagai bisnis kecil-kecilan, trend ini bukan hanya di dalam negeri, di luar negeri pun terjadi," jelas Anang.
Â
Anang pun memberikan kiat-kiat khusus bagi siapapun yang mau memilih waralaba diataranya soal informasi yang mendasar dan perlu untuk diketahui bagi calon peminat franchise. Misalnya adalah informasi kapan berdiri usahanya, kapan mulai di-franchise-kan.
"Tanyakan juga pemegang franchise pertama, lalu jangan sungkan untuk mewawancarainya, minta juga daftar pemegang franchise lainnya sebagai perbandingan wawancara, tanyakan keunikan bisnisnya bedanya apa dengan yang lain dan lihat juga prototipe bisnisnya apakah ada dan jelas," kata Anang.
Â
"Kalau kita tanya hal-hal tadi lalu si franchisor menghindar, maka anda bisa tahu jawabannya!," imbuh Anang sambil tertawa.
 (hen/qom)











































