Prospek Properti di Tengah Krisis

Prospek Properti di Tengah Krisis

- detikFinance
Sabtu, 08 Nov 2008 14:36 WIB
Prospek Properti di Tengah Krisis
Jakarta - Prospek bisnis properti di tengah krisis ternyata tidak seburuk yang diperkirakan banyak orang. Justru dengan adanya krisis akan menimbulkan titik keseimbangan baru pada sektor properti.

"Koreksi pasti ada, tapi justru ini menjadi ujian bagi pemain properti. Nantinya akan ada titik keseimbangan baru," ujar Presiden Direktur PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), Hiramsyah S Thaib usai acara peletakan batu pertama kompleks apartemen The Wave di kantor pemasaran Rasuna Epicentrum, Jl Rasuna Said, Jakarta, Sabtu (8/11/2008).

"Pengaruh krisis ekonomi terhadap tingkat demand dan supply memang sudah terasa, termasuk di kita (ELTY)," ungkap Hiramsyah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati demikian, Hiramsyah memandang positif dampak krisis terhadap bisnis di sektor properti secara keseluruhan. Menurutnya, justru dengan adanya krisis konsumen akan lebih selektif dalam memilih properti yang akan dibeli.

"Artinya, hanya pengembang properti yang kuat secara fundamental yang dapat bertahan dalam krisis ini," ujar Hiramsyah.

Ia menambahkan, dari pihak pengembang adanya krisis akan mengingatkan para pengembang bahwa dalam persaingan dibutuhkan fundamental yang kuat.

"Ini akan menguji masing-masing pengembang. Mereka akan bertanya pada diri mereka sendiri apakah fundamental saya sudah kuat," terang Hiramsyah.

Di sisi lain, Hiramsyah mengatakan, perbankan yang kini lebih selektif dalam mengucurkan kreditnya akan membuktikan pengembang properti mana yang oleh bank dinilai kuat secara fundamental.

"Jadi penilaian kuat tidaknya fundamental juga dilakukan oleh pihak luar yaitu perbankan," terang Hiramsyah.

Menurut Hiramsyah, tindakan tersebut akan memunculkan pengetatan likuiditas di sektor properti. Namun ia mengatakan itu bukanlah suatu hal yang negatif.

"Karena bank lebih selektif dalam kreditnya, akhirnya banyak pengembang yang akan terseleksi. Dan pengembang yang tidak mendapat pendanaan bank akan menunda proyek-proyeknya. Ini suatu hal positif bagi pengembang yang dapat bertahan dengan dananya," papar Hiramsyah.

Mengapa demikian? Menurut Hiramsyah, dengan banyak tertundanya proyek-proyek properti dari pengembang-pengembang yang kesulitan dana berarti telah membalikkan keadaan dari yang diperkirakan sebelumnya.

"Sebelumnya bisnis properti itu kan sangat ramai sehingga kita perkirakan akan terjadi kelebihan supply. Dengan banyaknya proyek properti yang tertunda, keadaannya berbalik, yang terjadi malah kelebihan permintaan. Ini suatu keuntungan bagi pengembang yang dapat bertahan," jelas Hiramsyah.

Dari segi biaya produksi, banyaknya pengembang yang menunda proyeknya justru membawa dampak positif yaitu menurunnya harga-harga bahan baku.

"Akibat banyak yang menunda proyek propertinya, permintaan bahan baku properti menurun tajam, sehingga harga-harga menjadi turun. Ini memberikan keuntungan bagi pengembang yang tetap melanjutkan proyeknya," ulas Hiramsyah.

Menurutnya, harga-harga bahan baku properti seperti baja sudah turun cukup besar selama krisis. Begitupun dengan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kendati banyak memberikan dampak positif, Hiramsyah mengakui bahwa dalam proyek-proyek properti ELTY dampak negatif krisis sudah terasa.

"Kalau di landed residential seperti di Bogor Nirwana, kenaikan suku bunga cukup terasa dampaknya, tapi tidak terlalu besar," ulas Hiramsyah.

Sementara di properti apartemen, konsumen cenderung lebih banyak berpikir sebelum membeli apartemen.

"Untuk apartemen, pengaruhnya terutama pada konsumen yang mau beli baru. Mereka cenderung wait and see," ujar Hiramsyah.

Meski demikian, ia optimistis proyek-proyek properti tidak akan terkoreksi tajam. Menurut Hiramsyah, fundamental perseroan yang kuat akan mendorong konsumen melihat properti perseroan sebagai pilihan bagus.

"Kami optimistis konsumen akan melihat proyek-proyek kami sebagai pilihan utama. Sebab fundamental kami cukup kuat di tengah krisis. Pembiayaan tidak ada masalah. Pengerjaan proyek juga sesuai target semua. Jadi tidak ada masalah," ujarnya.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads