Terbang Bersama Laba Bisnis Miniatur Pesawat

Terbang Bersama Laba Bisnis Miniatur Pesawat

- detikFinance
Selasa, 09 Des 2008 10:10 WIB
Terbang Bersama Laba Bisnis Miniatur Pesawat
Bogor, - Bagi sebagian orang pernak-pernik pesawat terbang adalah sesuatu yang menarik. Tak heran, kini banyak orang yang hobi mengoleksi miniatur pesawat terbang.

Pengoleksi miniatur pesawat terbang ternyata bukan hanya individu, tetapi juga sering dipakai maskapai penerbangan untuk dijadikan souvenir atau pajangan. Kalau melihat potensi pasar yang seperti ini, bisnis miniatur pesawat sudah pasti bisa menjadi bisnis yang menggiurkan.

Sebut saja Harto Alkarim (48), sosok pria setengah baya yang tinggal di Kabupaten Bogor. Sejak menggeluti bisnis miniatur pesawat sejak 20 tahun lalu, kini ia bisa dibilang cukup sukses merambah bisnis yang jarang digeluti orang ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak maskapai penerbangan dalam negeri maupun asing yang telah mejajali karya pria asal Makasar ini. Beberapa maskapai yang pernah menjadi konsumenya adalah Garuda, Mandala, Lion, Merpati, Air Asia. Tak hanya maskapai lokal dan negara tetangga sebelah, maskpai asing seperti Quantas Australia, KLM Belanda, Qatar Airlines pun pernah menjadi konsumennya.

"Hampir semua maskapai pernah saya buat miniaturnya," ucapnya kepada detikFinance, di Bogor, Minggu (7/12/2008).

Untuk bisa mendalami bisnis ini memang tidak lah mudah. Karena selain membutuhkan ketelitian, pembuat minitur pesawat harus benar-benar mengerti jenis pesawat. Biasanya para pembeli maskpai penerbangan sangat detail memesan jenis pesawat tertentu dengan skala yang tepat.

Ia mencontohkan jenis Boeing 737 yang memiliki bermacam-macam seri yaitu 200, 300 dan 400, semuanya memiliki bentuk yang berbeda. "Moncong pesawat itu berbeda-beda, jadi harus detail," jelasnya.

Mengenai bahan baku, diakuinya tidak lah sulit mencarinya karena hampir semua bisa diperoleh di dalam negeri. Semua produk buatannya dibuat dari bahan baku fiber plastik yang kuat. Selain itu, untuk bisa menghasilkan produksi dalam jumlah besar (massal), sebaiknya semua model kerangka dasar diperlukan cetakan dengan model ukuran tertentu.

Melalui bendera Ozi Aircraft Model, ia mulai menikmati hasil sebagai perajin miniatur yang cukup terkenal di kawasan Bogor. Jumlah miniatur pesawat yang bisa diproduksi Harto mencapai ratusan bahkan ribuan unit miniatur per bulan.

Melalui bengkelnya yang sederhana di kawasan desa Cangkrang, kampung Cikarawang Kecamatan Darmaga Bogor, produk miniatur pesawatnya bisa dibilang cukup membanggakan. Tidak ada yang menyangka kalau kawasan terpencil Cangkrang ini mampu menghasilkan produk yang mampu melanglang buana karena diekspor ke luar negeri termasuk AS dan Eropa.

Bersama 30 karyawannya, bengkel Harto ini mampu membuat jenis pesawat mulai dari pesawat komersial sampai pesawat tempur seperti Boeing, Fokker, Airbus, MD, Sukhoi, F-16 dan lain-lain.

Semua ukuran pesawat pun tersedia dibengkelnya misalnya dari ukuran terkecil dengan panjang 20 cm sampai ukuran panjang 2 meter lebih pernah ia buatnya. Harganya pun relatif bervariasi mulai dari Rp 75.000 sampai ratusan ribu bahkan hingga puluhan juta pernah dijualnya.

"Sejak beberapa bulan terakhir pemesanan memang turun, mungkin karena krisis, saya sadar produk saya ini bukan kebutuhan utama, dulu karyawan 70 orang sekarang hanya 30 saja," ujarnya.

Kondisi bisnis semacam ini, lanjut Harto, tidak melulu dibanjir pesanan karena sangat terpengaruh dengan kondisi ekonomi dan kondisi dunia penerbangan secara umum. Pada masa-masa puncak bisnisnya beberapa tahun lalu ia mampu mengantongi omzet ratusan juta rupiah bahkan dalam satu tahun bisa mencapai Rp 1 miliar lebih.

"Meskipun diwaktu tertentu nggak ada pesanan kita selalu stok.Kalau dulu satu bulan itu bisa sampai 1.000 unit lebih, sekarang paling sebulan 500 unit, omzet Rp 30 juta sampai Rp 40 juta sekarang ini sudah bagus," imbuhnya.

Sebagai pengusaha yang tahan banting, Harto mulai memutar otak, sejak beberapa tahun lalu ia telah mendiverisifikasi produknya dengan meladeni pesanan di luar miniatur pesawat seperti maket pabrik, miniatur mesin dan lain-lain.

Walaupun saat ini usahanya mengalami penurunan ia tetap optimis usahanya ini tetap akan langgeng mengingat kebutuhan akan miniatur termasuk pesawat tidak akan pernah habisnya, selagi maskapai penerbangan masih tetap ada ditambah lagi berkembangnya para peminat bidang kedirgantaraan ternasuk miniatur pesawat.

Pria yang gemar bermain aeromodeling ini berharap kedepannya kondisi ekonomi dalam negeri dan global semakin membaik karena secara langsung akan mendongkrak pesanan miniaturnya.

"Pak SBY, saya berharap bisa terpilih lagi karena selama ini meskipun sulit, kondisi dunia usaha tetap jalan dibawah pemerintahannya," harapnya.

Jika Anda tertarik dengan bisnis miniatur Harto Alkarim ini, Anda bisa menjumpainya di:
Ozi Aircraft Model
Desa Cangkrang Kampung Cikarawang
Kecamatan Darmaga Kabupaten Bogor
Telp 0251-422059
oziaircraft@yahoo.com

(hen/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads