Lick Me, Lezatnya Waralaba Pancuran Coklat

Lick Me, Lezatnya Waralaba Pancuran Coklat

- detikFinance
Sabtu, 21 Feb 2009 19:52 WIB
Lick Me, Lezatnya Waralaba Pancuran Coklat
Jakarta - Coklat selalu menjadi cemilan yang nikmat bagi beberapa orang. Selain rasanya yang enak, coklat juga baik dikonsumsi oleh tubuh.

Namun sebagian orang lebih memilih buah sebagai cemilan ketimbang coklat. Alasannya berbeda-beda, mulai vitamin yang terkandung dalam buah itu dirasa lebih banyak daripada coklat hingga takut coklat membuat gemuk.

Bagaimana jika coklat tersebut kemudian bertemu dengan buah? Khasiat yang terkandung di dalamnya pun akan bersatu dan semakin menyehatkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Itulah konsep awal dari waralaba Lick Me keluaran Synergy Kinetics. Sebuah perusahaan konsultan bisnis dan strategi tersebut mengadaptasi produk tersebut dari negara tetangga Malaysia.

Cara penyajiannya cukup sederhana, Lick Me menawarkan 7 buah berbeda, yaitu anggur, stroberi, apel, pir, pisang, kiwi dan mangga juga marshmallow yang ditusuk menggunakan tusukan sate, kemudian dikucuri cairan coklat yang mengalir bagai air mancur.

"Kita menyebut produk ini fountain chocolate," kata Senior Consultant Synergi Kinetics Hartono Kosasih ketika ditemui disela-sela pameran waralaba di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (21/2/2009).

Ia mengatakan, Lick Me hadir di tanah air sejak tahun 2008, dan menjadi franchise di akhir 2008, tepatnya Desember. Menurutnya, yang membedakan Lick Me dengan produk sejenis lainnya adalah, cairan coklat yang membalur buah serta marshmallow tersebut.

"Kita punya lima rasa, yaitu coklat, stroberi, lemon, mint dan whitemilk," jelasnya.

Saat ini, perusahaannya sedang melakukan inovasi lain yaitu untuk menerbitkan merchandise Lick Me yang juga akan dijual berbarengan dengan produk makanannya. Ia mengatakan, ada kemungkinan juga merchandise tersebut bisa diberikan sebagai bonus atau potongan harga ketika membeli produknya.

Modal awal yang diperlukan untuk membuka satu gerai Lick Me adalah Rp 40 juta. Harga sebesar itu sudah termasuk franchise fee sebesar Rp 10 juta untuk tahun pertama. Franchise fee tersebut berlaku untuk tahun-tahun berikutnya.

Sisanya yang sebesar Rp 30 juta, anda akan mendapatkan gerobak, alat air mancur beserta coklatnya juga beberapa buah untuk stok awal.

Uniknya, Lick Me menawarkan bantuan kredit juga melalui PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) hingga 65-80 persen dari modal awal tersebut.

"Jadi kalau ada yang tertarik tapi tidak punya dana cukup, bisa kita bantu nego dengan BRI," ungkapnya.

Ia juga mengatakan, tidak usah khawatir mengenai balik modalnya. Ia memperkirakan, hanya dalam jangka waktu 6 bulan saja sudah bisa menutup modal awal tersebut, dengan catatan dalam sehari bisa menjual minimal 100 tusuk atau Rp 500.000.

Hartono menambahkan, tidak ada target umur dalam menjual produknya itu. Mulai dari
anak-anak hingga orang tua, semua bisa menikmati lezatnya chocolate fountain itu. Target tingkatan ekonominya pun tidak terbatasa, mulai dari menengah hingga menengah ke atas. Dengan pangsa pasar yang begitu luas, sudah tentu tidak sulit untuk memasarkan Lick Me.

"Lokasinya juga bisa dimana saja, di perkantoran, kampus dan sekolah juga di mal," tandasnya.

Saat ini, gerai Lick Me sudah banyak tersebar di Jakarta Semarang dan Solo. Tahun ini, coklat air mancur tersebut berencana merambah Purwokerto dan Cirebon. Hingga akhir tahun 2009, ia menargetkan bisa membuka 50 lebih gerai baru di Indonesia.

Tertarik untuk membuka usaha ini?
Hubungi:

Hartono Kosasih
Senior Consultan Synergi Kinetics
Sampoerna Strategic Square
Tower B, 19/F
Jl. Jenderal Sudirman Kav 45-46
Jakarta 12930
.

(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads