"Sebelum puasa sepi, tapi sekarang penuh sampe antre-antre mas," kata seorang perajin sandal, Mujahid (35), di Banyumas, Senin (30/7/2012).
Menurutnya, dalam kondisi normal, produksi sandal yang terbuat dari bahan spons dan karet tersebut setiap hari hanya mencapai 12 kodi, dan hanya bisa laku dijual 6 kodi saja. Namun, jelang Lebaran saat ini dengan produksi 12 kodi seluruhnya dapat terjual semua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga sandal yang ditawarkan pun beragam tergantung dengan modelnya. Umumnya, harga di tingkat perajin berkisar Rp 195 ribu setiap kodi. "Dari kami harganya Rp 195 ribu, nanti terserah mau dijual berapa," tambahnya.
Para perajin sendal terus meningkatkan kualitas sandal buatannya agar mampu bersaing dengan mambanjirnya produk-produk sejenis. Dengan meningkatkan kualitas maka pasar tetap dapat menerima meski harganya lebih mahal sedikit.
"Kami berani diadu dalam masalah kualitas. Yang pasti perajin terus mencoba membuat model-model terbaru agar tetap mampu bersaing," ungkapnya.
(arb/hen)











































