Produk-produk dari bahan-bahan dasar tersebut seperti penggorengan, tempat buah, kursi hingga lampu hias pun bisa tembus hingga pasar Afrika, Malaysia, hingga Amerika Serikat (AS) berkat tangan kreatif Haryanto (31) asal Boyolali, Jawa Tengah.
Haryanto mengawali bisnisnya dengan memanfaatkan bahan-bahan logam yang sudah tak terpakai. Ia mencoba menciptakannya menjadi produk-produk bernilai jual tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua produk berbahan baku alumunium, tembaga, dan kuningan. Kita mulai usaha dari 1997, awalnya ngikut orang-orang dulu pakai dandang, kuali dari tembaga, alumunium, kuningan, terus kita coba dipadukan sama seni ukir-ukiran buat aksesoris rumah seperti tempat buah, vas bunga, bokor (tempat mandi buat siraman), kursi, tempat tisu, toples, keranjang, penggorengan, dan lain-lain," katanya kepada detikFinance, di Jakarta, Senin (23/9/2013).
Menurut Haryanto, produk-produk buatannya ini sangat diminati pasar luar negeri. “Kita cukup diminati pasar luar negeri. Patung kuda laut di Pertamina Malaysia buatan kita pakenya kuningan,” katanya.
Namun, untuk pasar dalam negeri, Haryanto cukup memasarkannya hingga di daerah Jakarta, Bandung, Kudus, dan Bali. Alasannya bahan bakunya sebagian hasil impor, usahanya sedikit terganggu akibat adanya pelemahan rupiah terhadap dolar beberapa waktu terakhir. Namun, berkat kerja kerasnya, rintangan itu masih bisa dilewati.
“Bahan baku kita kan impor sebagian, ada pengaruhnya juga pelemahan rupiah kemarin-kemarin, tapi ya kita tetap bertahan, untuk tempat buah kita masih bisa jual 2.500 buah per bulan,” kata Haryanto.
Sayangnya ia enggan mengungkapkan omzet bisnisnya.
(drk/hen)











































