Cerahnya Bisnis Boneka Lampu Anak-anak

Cerahnya Bisnis Boneka Lampu Anak-anak

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 13 Des 2013 10:34 WIB
Cerahnya Bisnis Boneka Lampu Anak-anak
Jakarta - Memulai bisnis bisa diawali dari berbagai cara termasuk menyalurkan hobi hingga kepepet atau kebetulan. Namun ibu muda ini memulai bisnis karena memiliki keahlian di bidang ilustrator atau desain.

Sang ibu muda itu bernama Tri, ia menuangkan kemampuannya untuk merancang dan memproduksi berbagai jenis boneka lampu anak-anak bermotif kartun. Dengan bahan baku benang, wanita lulusan Sastra Inggris Universitas Gadjah Mada ini telah mampu menghasilkan 20 jenis atau model lampu boneka anak hasil kreasinya.

"Waktu freelance, pekerjaan saya sesuai project akhirnya saya ingin usaha. Waktu itu saya sebagai ilustrator buku," ucap saat ditemui di di acara Katumbiri Expo 2013 di JCC Senayan Jakarta, Rabu (12/11/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usaha yang ditekuni Tri ini, telah berlangsung sejak 2 tahun lalu. Untuk proses produksi, Tri dibantu oleh 4 orang karyawan. Sementara untuk promosi, ia dibantu sang suami. Produksi sendiri dilakukan di daerah Lubang Buaya Jakarta Timur.

"Sekarang karyawan ada 4. Suami untuk urusan marketing dan pameran. Saya yang urus produksi," jelasnya.

Tri dengan merek atau brand Boneka Lampu Temari-nya mampu memproduksi hingga 300 unit lampu per bulannya. Harga yang ditawarkan pun bervariasi yakni mulai dari Rp 70.000 hingga Rp 90.000.

"Itu sudah termasuk lampu. Ada 20-an tokoh. Ada orisinil bikinan sendiri. Seperti ondel-ondel sama baby girl. Kalau desain saya ikut konsumen," sebutnya.

Untuk pemasaran, Tri mengandalkan penjualan online dan pameran. Bahkan dari penjualan online, boneka lampu karyanya telah terjual hingga Papua.

"Online untuk reseller. Mereka belanja lagi. Pameran itu biasanya beli putus. Kalau pembeli paling jauh itu hingga Papua. Padahal harga lampu Rp 90 ribu tapi onglos kirim Rp 200 ribu," jelasnya.

Usaha lampu boneka berbahan benang yang dijalankan Tri bersama suami ini, bukanlah usaha pertamanya. Meski saat ini mampu meraup omset Rp 7 juta hingga Rp 9 juta per bulan, ia pernah mengalami kegagalan saat bisnis penerbitan buku. Belajar dari kegagalan tersebut, ia lebih hati-hati dalam menjalankan bisnis.

"Sempat bikin jasa penerbitan buku. Klien beri dana. Kita nulis naskah sama distribusikan buku. Sudah kerjakan buku banyak itu kemudian pembayaran seret. Saya libatkan ilustrator dan desain lain. Waktu ditipu, kita belajar jengan muda dipercaya. Jadi semua harus jelas," ceritanya.

Jika anda tertarik melihat membeli Boneka Lampu Temari. Anda bisa datang ke Katumbiri Expo sendiri digelar dari tanggal 11 Desember-15 Desember 2013 di JCC Senayan atau mengunjungi www.lampiontemari.com

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads