Berawal dari Kepepet, Septian Ciptakan Sabun 'Ajaib' Serba Guna

Berawal dari Kepepet, Septian Ciptakan Sabun 'Ajaib' Serba Guna

Agus Setiawan - detikFinance
Kamis, 16 Jan 2014 07:05 WIB
Berawal dari Kepepet, Septian Ciptakan Sabun Ajaib Serba Guna
Jakarta - Kondisi kepepet kadangkala menjadi titik awal bagi seseorang untuk maju dan menghasilkan karya inovatif. Bahkan karya itu bisa jadi sebuah bisnis yang bisa menambah pundi-pundi keuangan.

Hal ini lah yang dilakukan Septian Suryo (25) dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Ia mendirikan Cv Sefactor Pharma, sebuah usaha pembuatan sabun pembersih multi fungsi.

"Ini adalah sabun cuci multiguna bisa untuk tangan piring pakaian motor dan mobil. Produk ini kami pastikan aman meskipun bisa untuk banyak hal," katanya kepada detikFinance, di sela-sela acara Wirausaha Muda Mandiri, di Istora, Senayan, Jakarta Rabu (15/1/2014)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Septian menceritakan awalnya bisnisnya ini hanya untuk tugas kampus yang ia ciptakan sendiri. Produk sabunnya ini meskipun multi fungsi namun tidak bsa digunakan di badan dan rambut.

"Awalnya penciptaan produk ini karena terdesak. Awalnya kami membuat produk terpisah baik untuk cuci tangan maupun untuk cuci perabot rumah tangga. Karena desakan customer dan kami sudah janji juga," katanya.

Padahal waktu itu menurut Septian, ia memiliki waktu yang mepet dan tenaga kerja yang terbatas bahkan dengan permintaan sabun yang lebih banyak. Dari sinilah, memutar otak untuk cari cara melayani mereka dengan menciptakan produk sabun yang multiguna.

"Usaha ini sudah berjalan selama dua tahun. Pemasaran saat ini masih di sekitar Makassar," katanya.

Septian menuturkan, kelebihan produknya daripada sabun lain yang ada di pasar karena lebih lembut di tangan. Selain itu bebas formalin dan mengandung bahan mineral air laut untuk mempermudah mengangkat kotoran.
Β 
Ia mengkisahkan sabun 'ajaibnya' ini diciptakan dari modal awal hanya Rp 25.000. Lalu ia mendapat bantuan dari kampus dengan suntikan modal Rp 14 juta untuk produksi massal sabun. Kini Septian baru mampu memproduksi 5 ton sabun hingga saat ini. Targetnya bisa memproduksi 14 ton dalam waktu 2 tahun ke depan.

"Sekarang omzet udah Rp 30 juta per bulan. Karyawan yang tetap 4 yang nggak tetap 5 orang," katanya.

Ia juga menyampaikan ketidakpercayaannya dan tak menyangka bisa menang dalam kompetisi Wirausaha Muda Mandiri yang diselenggarakan Bank Mandiri. Ia beralasan sejak awal tak terlalu niat ikut kompetisi bergengsi ini karena masih butuh waktu untuk produksi sabun.

"Padahal berkas tidak saya lengkapi. Tapi kemudian saya datang ke penjurian setelah ditelepon panitia padahal saya udah nggak berharap banyak awalnya," ungkap Septian.

(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads