Ada yang menarik dalam pameran ini. Sebuah stand menjual sepatu kulit asli buatan Bandung yang memiliki standar kualitas internasional. Meski harganya terbilang mahal, sampai Rp 13 juta per pasang, namun sepatu ini punya pangsa sendiri.
"Yang ini harganya Rp 13 juta (sembari menunjuk sebuah sepatu kulit berwarna hitam)," terang seorang marketing bernama Angga kepada detikFinance di pameran tersebut, Sabtu (31/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Desainnya ini eksklusif, cuma kita yang punya karena kita bikinnya by order (tergantung permintaan). Sudah begitu, bahan yang kita pakai juga tidak mudah mendapatakannya. Ini ada yang dari kulit bison, ada yang dari kulit buaya Papua. Dan semua berstandar internasional," ujar Angga.
Angga menjelaskan, sepatu yang menggunakan merek Tegep Boots milik Tegep Oktaviansyah ini mempunyai pangsa pasar tersendiri meski harganya tinggi.
Sederet artis menjadi langganan perajin sepatu ini, dari mulai Andi dan Jikun Rif, Chef Juna, David Naif, Mulan Jameela, Indro Warkop, dan masih banyak lagi.
"Biasanya artis yang brother hood (penggemar motor besar) biasanya datang ke kita. Yang musik-musik juga. Banyak deh pokoknya," jelas Angga.
Namun demikian, tidak semua sepatu yang dihasilkan berharga sangat tinggi. Masih ada produk-produk yang harganya dapat disesuaikan dengan kantong anda.
"Kita ada juga yang ready stock, tapi lebih banyak yang custom (berdesain khusus). Datang saja ke tempat kita Tegep Boots di Bandung," terang dia.
Lebih lanjut Angga menjelaskan, sepatu-sepatu ini seluruhnya diproduksi di Indonesia dengan bahan dasar yang sebagian besarnya juga diperoleh dari dalam negeri.
"Ada beberapa yang impor, seperti kulit bison kan di Indonesia tidak ada. Tapi sebagian besar kita dari dalam negeri semua, tidak banyak bahan yang impor," tegas dia.
Namun demikian Angga menjelaskan, dari segi kualitas, sepatu-sepatu produksi Tegep sudah memiliki standar internasional.
"Sertifikasi Tegep sendiri itu dari Perancis. Peralatannya juga udah modern. Jadi peminat dari luar negeri memang banyak dan standarnya tidak kalah," pungkasnya.
(dnl/dnl)











































