Ayam Penyet ini ditawarkan dalam pameran waralaba yang berlangsung di Jakarta Convention Center akhir pekan lalu.
Mengusung nama Ayam Penyet AP Indonesian and Minang Cuisine, usaha kuliner yang didirikan tanggal 2 Maret 2009 ini menawarkan menu andalan ayam penyet yang merupakan resep tradisional dari Surabaya, Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah memiliki gerai internasional perdananya di Brunei Darusalam, saat ini pemilik usaha tengah menjajaki pasar internasional lainnya yaitu Indonesia dengan membuka peluang bisnis kemitraan/waralaba.
Dengan konsep resto, usaha waralaba ini menawarkan paket investasi untuk memperoleh fasilitas meliputi hak penggunaan merek, sistem dasar operasi dan keuangan, pelatihan dan dukungan penuh, pendampingan berkelanjutan dari pemilik waralaba dan dukungan manajemen dan operasi dari mulai pemilihan lokasi, dekorasi ruangan dan sebagainya.
Berkantor pusat di Jalan Switasik, Bandar Sri Paermaisuri Kuala Lumpur, Waralaba dengan nama Ayam Penyet AP ini telah memiliki 26 cabang yang tersebar di seluruh wilayah Malaysia dan satu cabang di Brunei Darusalam.
Untuk memulai bisnis, dibutuhkan biaya investasi awal antara RM 577.000 hingga RM 752.000 atau setara Rp 2,143 miliar hingga Rp 2,693 miliar (kurs RM 1 = Rp 3.715) yang akan diperlukan untuk sewa lokasi dan perlengkapan awal. Sementara itu, biaya waralaba untuk Ayam Penyet AP adalah RM 100.000.
Dengan dana investasi tersebut peminat waralaba langsung memperloleh persediaan awal serta tenaga kerja untuk menjalankan outlet.
Menteri Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi dan Kepenggunaan Malaysia Dato Sri Hasan bin Malek mengharapkan, produk-produk waralaba asal negaranya seperti Ayam Penyet AP ini dapat diterima masayarakat Indonesia.
"Indonesia Malaysia itu kan serumpun, selera masakan kita sama, kita punya ayam penyet semoga bisa diterima. Kalau di Indonesia ada nasi uduk ditawarkan ke Malaysia juga bisa," tutur dia di sela pemeran tersebut akhir pekan lalu.
(hen/hen)