"Bapak mau ke mana saja, pakai Susi Air. Ke lubang semut pun kita antar," ungkap Susi, yang kini menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, dalam acara d'Preneur with BRI di Gedung Lemhanas, Jakarta Pusat, Senin (23/3/2015).
Susi menjelaskan, timbulnya filosofi tersebut berawal dari keinginannya untuk mengubah pola pikir atau mindset orang di Indonesia. Karena masih banyak yang berpikir bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi dapat dikatakan bahwa sekarang Indonesia harus menuju manusia benua. Hanya untuk mewujudkannya perlu langkah-langkah yang sangat serius.
"Dengan mindset dari manusia pulau menjadi manusia benua artinya persoalan bagaimana membuat connectivity. Maka dari itu Susi Air memberikan solusi," ujarnya.
Susi Air sudah menjalani 60.000 penerbangan setiap harinya. Sebagai penerbangan perintis, Susi Air menghubungkan dari satu pulau ke pulau yang tidak ada pesawat komersil.
(mkl/hds)











































