Benih-benih pengusaha CT mulai tumbuh saat kuliah. Pria kelahiran Jakarta ini mengatakan, kala itu dirinya dan teman-temannya mendapatkan tugas dari dosen untuk memiliki buku kedokteran yang harganya Rp 500/buku. CT mengaku buku itu wajib dimiliki karena merupakan salah satu tugas kuliah, dan dosennya tak pernah dibantah.
Saat kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia, CT memanfaatkan jaringan teman SMP yang menjadi penyedia jasa usaha fotokopi bernama Hardi. CT akhirnya meminta bantuan Hardi untuk memperbanyak (fotokopi) buku yang ditugaskan sang dosen.
Ini pentingnya jaringan. Berapa, 'ya udah gua kasih pego (Rp 150) deh," kata CT menirukan temannya kala itu.
Dari situ muncul niat CT untuk berbisnis. Dia akhirnya menawarkan jasa fotokopi tersebut ke teman-teman sekelasnya berjumlah 100 orang, dengan harga Rp 300. Jelas lebih murah dibanding dengan harus membeli buku tersebut seharga Rp 500.
"Selisih Rp 150 dikali 100 orang itu Rp 15.000. Itu Rp 15.000 yang paling nikmat. Yang mengubah jalan hidup saya. Mendapatkan uang pertama. Itu menjadi trigger untuk mendapatkan uang-uang. Menciptakan uang pertama adalah sesuatu yang luar biasa," katanya saat acara d'Preneur Februari 2015 lalu.
Mau bertemu langsung dengan CT? Pada 14 Juni 2015, detik.com akan melaksanakan acara d'Preneur Spesial di Dyandra Convention Center, Surabaya.
(dnl/ang)











































