"Kita juga ajari jualan online. Beberapa berhasil termasuk di kawasan lokalisasi," kata Risma, sapaan akrab Tri Rismaharini, saat berbincang dengan detikFinance, Rabu (27/5/2015).
Pelajaran tambahan bagi pelaku industri kreatif, kata Risma, tidak hanya diberikan dinas terkait. Tapi juga menggandeng pihak swasta untuk memberikan pelatihan, seperti pengelolaan uang dari modal hingga produksi.
"Ada juga dari sesama pelaku industri yang sudah sukses kita gandeng untuk sharing termasuk dari OJK memberikan pelatihan pengelolaan manajemen keuangan," imbuh dia.
Hingga kini, Risma mengaku tetap membimbing industri kreatif di Surabaya, dengan harapan bisa menjadi tuan rumah sendiri saat Masyarakat Ekonomi ASEAN diberlakukan.
"Sekarang kita istilahnya sudah punya embrio-embrio yang tinggal dikembangkan agar lebih berkembang," ungkap Risma.
Mantan Kepala Bappeko dan DKP Surabaya ini mengungkapkan, dengan banyaknya industri kreatif yang sudah berhasil di tingkat nasional dan beberapa sudah go international, ia tetap berharap para pelaku industri kreatif tidak terburu-buru dalam berusaha.
"Saya selalu katakan jangan terlalu berpikir untuk memasarkan ke luar negeri. Tapi bagaimana pasar dalam negeri kita cukupi terlebih dulu, jika sudah mampu baru ke luar negeri. Dan itu selalu saya tekankan," pungkas Risma.
Mau bertemu Risma? Wali Kota ini bakal menjadi salah satu pembicara utama dalam acara d'Preneur Spesial yang digelar detik.com di Dyandra Convention Center, Surabaya, pada 14 Juni 2015. Selain Risma, pengusaha Chairul Tanjung juga menjadi pembicara utama gelaran d'Preneur.
Acara d'Preneur merupakan ajang rutin yang dilakukan detik.com. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan jiwa wirausaha dan belajar langsung dari pengusaha sukses. Sehingga masyarakat bisa mengerti dan belajar soal pentingnya menjadi wirausaha.
(dnl/ang)











































