Dalam acara d'Preneur Spesial di Surabaya yang digelar detikcom hari ini. Ada stand dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 12 Surabaya yang memamerkan dan menjual produk kreatif buatannya. Jadi salah bila ada yang menganggap pemuda Indonesia tidak kreatif dan tidak bisa bersaing.
Nisrina, perempuan 16 tahun siswa kelas dua SMK, dalam pameran tersebut memamerkan batik unik bermotif doraemon miliknya. Perempuan berhijab ini dengan pintar menerangkan soal tekniknya membatik.
"Ini aku buat seminggu, pake canting elektrik. Ini motifnya doraemon. Harganya aku jual Rp 500 ribu. Kami biasa menjual dari pameran-pameran dan acara seperti ini," kata Nisrina kepada detikFinance, di acara d'Preneur Spesial Surabaya, Dyandra Convention Center, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Minggu (14/6/2015).
Lalu bagaimana anak-anak kreatif ini menjual batiknya?
Nisrina mengatakan, memang dia belum mampu membuka lapak sendiri. Biasanya hanya nebeng dengan pemilik toko atau pelaku UKM yang sudah memiliki lapak. Dia juga pernah melakukan penjualan online namun lebih efektif mendatangi pembeli lewat pembukaan stand di pameran-pameran.
Sementara Meda, siswa SMK Negeri 12 dengan umur yang sama mengatakan, selain batik, siswa SMK Negeri 12 juga bisa membuat sepatu kulit, tas kulit, hingga beragam perhiasan logam.
"Itu sudah ada tekniknya sendiri yang diajarkan di luar," kata Meda.
Di stand SMK Negeri 12 tersebut, dipamerkan sepatu kulit berbagai jenis. Jahitannya rapi, dan tak kalah dengan sepatu yang dijual di mal-mal. Bedanya, sepatu karya pemuda ini sulit masuk mal.
Harganya pun murah, sepatu yang dijual paling mahal Rp 200 ribu. "Ini kulit asli yang biasanya dibeli dari Sidoarjo," kata Meda.
Ada juga tas kulit asli, yang dijual hanya dengan harga Rp 150 ribu. Selain itu, berbagai perhiasan kulit seperti kalung, gelang, hingga cincin dengan batu dijual di bawah Rp 100 ribu.
Majulah negeri ini, pemudanya tak kalah kreatif!
(rrd/wij)










































