Andre Wurdianto pemuda 20 tahun yang sekarang mengenyam pendidikan di Universitas ITS jurusan Teknik Kelautan, sedangkan Kafin Rifqi mahasiswa berumur 20 di Universitas Airlangga jurusan kedokteran. Bisnis pakaiannya sukses, sehingga sekarang kewalahan memenuhi pesanan.
"Kita awalnya bisnis kecil-kecilan buka distro, jualan kaos dan sebagainya, tapi kok terlalu mainstream ya, makanya kita sempat berhenti wirausaha," kata Andre ditemui di acara d'Preneur Spesial Surabaya, di Dyandra Convention Center, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Minggu (14/6/2015).
Keduanya tetap berminat ingin menggeluti wirausaha. Berawal mengumpulkan modal hanya Rp 500.000/orang atau total Rp 1 juta. Pelan-pelan membangun usaha yang dikhususkan untuk baju-baju pria termasuk dasi.
"Kami gandeng dua penjahit untuk membuat desain-desain baju yang kita buat. Untuk kemeja harganya sekitar Rp 180.000, untuk jas dan jaket sekitar Rp 500.000-an," kata Andre.
Kafin menambahkan keduanya mengaku ketagihan untuk mengembangkan bisnis pakaian pria dengan bendera 'Soundshusky'.
"Ketagihan, semoga tidak mengganggu kuliah kita. Pemasaran baju memang masih melalui online, kalau mau pesan bisa kasih tahu ukuran bajunya berapa, kalau mau lebih yakin bisa cantumkan lingkar pinggul, dada, dan lengan, kalau mau pesan juga bisa," ujarnya.
"Kita rutin ikut pemeran seperti di acara d'preneur ini, kalau sudah selesai pemeran pasti kita tutup pemesanan sebulan, karena yang pesan banyak sekali, kami sampai kewalahan," tutup Kafin.
Soundshusky
Alamat: Jalan Ngagel Jaya Tengah VIII/I
contact@soundshusky.com
(rrd/hen)











































