Nadiem mengatakan, dirinya melakukan pendekatan pada driver ojek di pangkalan, lalu memberikan βtawaran untuk menjadi driver Go-Jek.
"Yang rekrut 20 driver pertama, saya sendiri. Nongkrong di jalan," katanya di acara d'Preneur bersama CEO Go-Jek dan Brodo di Menara Bank Mega, Jakarta, Rabu (26/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lama-lama marketing ke teman-teman, keluarga, naik penghasilan dia," katanya.
Pada akhirnya, 20 driver ini berperan sebagai perekrut. Dia mengenalkan Go-Jek ke taman-temannya, dan akhirnya virus Go-Jek ini menyebar dari mulut ke mulut.
"Jadi yang 20 itu jadi perekrut. Sampai ratusan, ribuan dan hingga kini puluhan ribu. Kita datang bukan untuk jualan, kita datang untuk menunjukkan potensi mereka. Tahu nggak, kamu bisa lebih baik, lebih profesional, bisa setara dengan orang di hospitality, orang di logistik, sebenarnya layanan itu mulia," papar Nadiem.
(zul/hen)











































