Pengguna Go-Jek semakin meluas. Masyarakat berebut mendapatkan layanan ojek online yang menawarkan harga promo, hanya Rp 15.000 sekali jalan, diantar ke mana pun.
Murahnya tarif Go-Jek ini karena manajemen Go-Jek masih memberikan subsidi. Lantas, bagaimana jika subsidi tersebut dicabut? Masih adakah yang mau menggunakan layanan Go-Jek?
"Banyak orang bilang dengan promo itu buang-buang duit terus, nggak ada revenue, bisnis apa itu, tapi kita nggak bodoh dan sangat rasional dan bisnis minded. Setelah promo dicabut, kita perkirakan ada 50 persen pelanggan masih pakai Go-Jek, kalau harga dimatiin," kata CEO Go-Jek Nadiem Makarim, dalam Acara d'Preneur Bersama CEO Go-Jek dan Brodo, di Menara Bank Mega, Jakarta, Rabu (26/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, dari semua pelanggan tersebut, tidak mungkin semuanya berhenti menggunakan Go-Jek saat promo dicabut. Bagaimana pun, kata Nadiem, ojek selalu dibutuhkan.
Suatu saat nanti, lanjut Nadiem, promo akan dicabut dan masyarakat mulai terbiasa menggunakan ojek dengan tarif normal.
"Kita tahu ada strategi, kita tahu berapa yang tidak akan menggunakan lagi, subsidi suatu saat akan kita matikan, nggak tahu minggu depan, bulan depan, tahun depan," kata Nadiem.
(drk/rrd)











































