Menjajal Bisnis Waralaba Teh Aneka Rasa PopCha

Menjajal Bisnis Waralaba Teh Aneka Rasa PopCha

Dana Aditiasari - detikFinance
Jumat, 20 Nov 2015 17:24 WIB
Menjajal Bisnis Waralaba Teh Aneka Rasa PopCha
Jakarta -

Modal minim jangan menghalangi anda untuk memulai usaha. Berbagai program kemitraan, bisnis keagenan, dan waralaba bisa menjadi solusi untuk membantu anda memulai bisnis dengan modal awal yang bisa disesuaikan dengan kedalaman kantong.

Salah satunya adalah PopCha, waralaba produk minuman berbahan dasar teh aneka rasa yang ikut mejeng dalam pameran‎ Info Franchise and Busines Concept (IFBC) Expo 2015 yang berlangsung 3 hari mulai Jumat-Minggu, 20-22 November 2015 di Balai Kartini Jakarta.

Untuk memulai bisnis ini, pemilik merek menawarkan program kerjasama dengan investasi awal sebesar Rp 6 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi selama pameran kita tawarkan Rp 4 juta," ujar Aris Sutikno, Operation Manager PT Citra Nutrisi Indonesia pemegang merek PopCha‎ kepada detikFinance di sela pameran di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (20/11/2015).

Dengan investasi awal sebesar itu, investor akan mendapat satu set booth berukuran 60 cm x120 cm lengkap dengan sealing machine alias alat pengemasan, water dispenser, stainless dispenser, plastic container, stainless pot, kompor gas‎ dan perlengkapan lainnya.

Untuk program kemitraan ini, investor cukup melakukan investasi awal satu kali tanpa perlu membayar royalti atau pun franchise fee. "Sekali seumur hidup. Selebihnya tinggal beli bahan baku saja dan itu bisa disesuaikan penjualan setiap hari," jelasnya.

Setelah resmi menjadi mitra usaha, investor cukup membeli bahan baku untuk persediaan selama 1 bulan sebesar Rp 7,7 juta. Aris mengatakan, pembelian bahan baku tidak perlu dilakukan sekaligus untuk persediaan selama 1 bulan. "Bisa dilakukan satu minggu sekali jadi ringan," sambung dia.

Ia mengatakan, rata-rata dalam sehari mitra usaha bisa menjual hingga 100 gelas minuman per hari dengan rata-rata harga jual Rp 7.000. "Kalau dihitung bulanan hasil penjualan bisa Rp 19,9 juta," tuturnya.

Adapun biaya operasional rata-rata per bulan mencapai Rp 6 juta yang terdiri dari gaji 2 orang pegawai Rp 2,4 juta, sewa lokasi sebesar Rp 1,5 juta dan biaya operasional lainnya. "Tapi kalau tempat punya sendiri tentu nggak perlu sewa tempat dan biaya bisa ditekan.

Setelah hasil penjualan dikurangi dengan biaya bahan baku dan biaya operasional, maka rata-rata mitra usaha bisa mengantongi keuntungan bersih sebesar Rp 3,7 juta. "1 bulan pertama sudah bisa mengembalikan investasi awal tadi. Artinya 1 bulan sudah balik modal," pungkas dia.

(dna/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads