Marketing Director sekaligus salah satu pendiri Ouval Research, Rizki Yanuar, mengungkapkan bahwa sebenarnya bukan persaingan yang membuat banyak distro tutup di Bandung. Ada berbagai faktor lain yang juga dominan seperti mismanajemen, konflik antar pemilik, dan sebagainya.
Ouval Reserach sendiri mampu bertahan karena para pendirinya dapat mengkomunikasikan setiap permasalahan dengan baik, menekan ego masing-masing. Distro-distro di Bandung muncul dan tenggelam silih berganti, tapi Ouval Research tetap populer selama 2 dekade.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Ouval Research menjalankan bisnis dengan konsisten. Branding, publikasi, pemasaran terus dilakukan dan disesuaikan dengan zaman.
"Saya konsisten menjalankan idealisme yang saya jalani. Saya banyak branding, endorsment pemain band, pemain skate, publikasi media. Sekarang tambah sosial media," Rizki menuturkan.
Banyaknya pesaing justru membuat Ouval Research bisa terus maju. Inovasi terus dilakukan agar tak ketinggalan dari para pesaing.
"Pesaing bukan kendala. Dari zaman nenek saya juga ada yang dagang baju. Pesaing bukan alasan kita apakah usaha kita bakal maju apa nggak. Itu lebih ke diri kita sendiri saja. Ada pesaing justru kita lebih dewasa, lebih matang. Bayangkan kalau nggak ada pesaing, mau ngapain?" pungkasnya. (ang/ang)