Ini Ruginya Kalau Indonesia Tak Benahi Kawasan Perbatasan

Ini Ruginya Kalau Indonesia Tak Benahi Kawasan Perbatasan

Dana Aditiasari - detikFinance
Sabtu, 26 Mar 2016 16:30 WIB
Ini Ruginya Kalau Indonesia Tak Benahi Kawasan Perbatasan
Foto: Yulida Medistiara/detikcom
Jakarta - Pembenahan kawasan perbatasan menjadi salah satu Fokus Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan adanya pengembangan kawasan perbatasan ini.

Salah satunya dapat dilihat di Entikong, Sanggau, kalimantan Barat. Menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Entikong menyimpan potensi ekonomi yang besar bila dikelola dengan baik.

Hubungan perdangan dan bisnis antara Indonesia dan Malaysia terpantau cukup tinggi. Seiring dengan tingginya hubungan bisnis tersebut, dibutuhkan meeting point alias tempat pertemuan yang memadai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, lantaran belum digarap dengan baik oleh Pemerintah Indonesia di Entikong, saat ini peluang ekonomi dari penyediaan meeting point tersebut masih dinikmati oleh Malaysia yangmenyediakan banyak meeting point di Kuching dan Sekayam.

Selain itu, masyarakat di sisi Indonesia juga hanya bisa menjadi penonton dikala Malaysia bisa menikmati dampak ekonomi dengan menyediakan sarana penginapan sebagai pelengkap meeting point para pebisnis dua negara yang membutuhkan tempat bermalam.

Untuk itu, tak berlebihan kiranya bila Pemerintah saat ini menaruh perhatian yang besar pada kawasan perbatasan.

Slah satu yang dilakukan Pemerintah Indonesia lewat Kementerian PUPR adalah dengan merenovasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong yang selama ini dianggap tertinggal dari PLBN yang dimiliki negara tetangga.

Hal lain yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas infrastruktur yang titik beratnya ada pada peningkatan kualitas jalan. Dengan demikian diharapkan dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan. (dna/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads