Raup Omzet Rp 20 Juta/Bulan dari Bisnis Batik Pringmas

Raup Omzet Rp 20 Juta/Bulan dari Bisnis Batik Pringmas

Yulida Medistiara - detikFinance
Senin, 29 Agu 2016 10:46 WIB
Raup Omzet Rp 20 Juta/Bulan dari Bisnis Batik Pringmas
Foto: Yulida Medistiara
Jakarta - Sebelum batik dikenal masyarakat dunia, industri batik kurang beruntung. Salah satu bisnis batik yang semakin berkembang misalnya di daerah Banyumas, Purwokerto sehingga membuat tiga TKI pulang dari negara tempat ia bekerja sebelumnya.

"Dari zaman berpuluh-puluh tahun yang lalu daerah batik ini ditinggalkan karena makin ke sini pekerjaan membatik itu dikit banget penghasilannya. Terus akhirnya ibu-ibu muda merantau ke luar negeri jadi TKW. Seiring perkembangan batik di Indonesia, akhirnya ada permintaan dari masyarakat, mereka bisa jual sendiri dan dirasa lebih baik daripada dulu hasil batiknya. Akhirnya ada beberapa orang yang jadi TKW itu pulang lagi ke Indonesia karena bisa sambil kerja dan bersama keluarga," ujar Sri Subarkah dari Kelompok usaha batik Pringmas, di Pameran UMKM Balai Kartini, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

Pada tahun 2012 lalu, daerah Banyumas diberikan pembinaan dari Bank Indonesia (BI) untuk melakukan pengembangan batik. Sri menyebut, ia dan kelompok usaha batik mendapatkan pelatihan teknis, pewarnaan, manajemen kelompok kewirausahaan untuk mengembangkan usaha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara bertahap terus berjalan ibu-ibu sudah membuat sendiri batiknya, BI juga membantu bangun toko di desa Papringan," kata Sri.


Ia menyebut, awalnya mendapatkan modal berupa bahan baku 30 kain, bahan baku lilin malam, dan peralatan membatik. Dari peralatan tersebut, para pengrajin lalu membatik dan hasilnya dilelang oleh BI dalam ulang tahun BI tahun 2013.

"Dari 30 kain itu yang dijadikan kain dilelang di ulang tahun BI tahun 2013, lalu dijadikan modal awal. Totalnya sekitar Rp 4 juta dan iuran pengrajin Rp 3 juta, totalnya jadi Rp 7 juta," kata Sri.

Hingga saat ini, omzetnya telah mencapai Rp 20 juta selama sebulan. Hal itu berkat bermitra dengan beberapa hotel di sekitar Banyumas.

"Di tahun ini kami banyak mendapat mitra di Hotel Aston Purwokerto, Hotel Santika Purwokerto, outlet Ngapak khas Banyumasa, lalu yang paling sering penjualan di Hotel Santika karena kami pasok ke sana tiap bulan sekitar 15 kain atau Rp 5 juta," kata Sri.


Produknya tidak hanya batik tulis saja, tapi juga dikembangkan menjadi batik jumputan, batik cap, handy craft dan konveksi. Beberapa TKI juga ikut berperan melakukan promosi batik Pringmas di luar negeri.

Produksi per tahun mencapai 600 potong. Motifnya bisa berganti selama seminggu misalnya flora fauna, dan tetap menjaga motif warna hitam dan coklat sogan.

Untuk melihat koleksi batik Pringmas bisa lewat:
  • www.pringmas.blogspot.com
  • Facebook: batik pringmas
  • Instagram: pringmas
  • Twitter: pringmas
(drk/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads