Biaya investasi yang dibutuhkan untuk bergabung adalah Rp 300 juta dengan kontrak berdurasi 3 tahun. Investor sudah mendapatkan 4 buah mesin cuci + 3 buah mesin pengering beserta kelengkapan- kelengkapan lainnya.
"Kalau investor mau bekerjasama dengan kita, caranya mudah tinggal dateng ke sini (pameran) atau langsung ke kantor, setelah itu mengisi formulir, lalu kami membuka kelas produksi sehingga investor terbayang proses kerjanya, setelah itu melengkapi pembayaran dan udah bisa langsung membuka laundry," kata Vian, Distributor Cyclone Laundry saat dijumpai detikFinance di JCC, Jakarta, Jumat (2/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cyclone Laundry, Foto: Muhammad Damar Wicaksono |
Investor dibebaskan untuk memilih lokasi usaha. Namun diharapkan memang pada lokasi dengan pasar yang sudah jelas. Sehingga bisnis dapat berjalan baik ke depannya. Tarif yang dikenakan adalah Rp 8.000/kg.
"Kalau tempat kita serahkan kepada investor mau dibuka di mana saja silakan, karena itu hak mereka. Kan mereka yang tau target konsumennya," ujarnya.
Cyclone Laundry beda dari yang lainnya, karena menggunakan sistem self service. Pembayarannya adalah dengan menggunakan Card Top Up Vending Machine atau kartu elektronik yang berisikan saldo konsumen. Jenis mesin cuci ini memiliki sensor kelembapan yang canggih, sehingga tidak perlu waktu yang lama. Bahkan kurang lebih 1 jam untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
"Yang membuat kami berbeda dari yang lainnya adalah kamu menggunakan sistem self service, sehingga tidak membutuhkan sumber daya manusia yang banyak. Dan mesin cuci kami cuman bisa ditemui satu satunya di Indonesia, karena memiliki sensor kelembapan yang canggih, sehingga tidak perlu waktu menyuci yang lama hanya membutuhkan kurang lebih 1 jam untuk menyuci dan mengeringkan," paparnya.
Cyclone Laundry, Foto: Muhammad Damar Wicaksono |
Waralaba ini dapat ditemui pada pameran Franchise & License Expo Indonesia 2016 dibuka pada hari ini bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta. (mkl/ang)












































Cyclone Laundry, Foto: Muhammad Damar Wicaksono
Cyclone Laundry, Foto: Muhammad Damar Wicaksono