d'Preneur

Mulai Berbisnis Sejak Sekolah, Pemuda Ini Raup Omzet Ratusan Juta Lewat Men's Republic

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 25 Okt 2016 21:01 WIB
Foto: Maikel Jefriando
Jakarta - Menjadi sukses di usia muda tidaklah mudah. Banyak hal yang harus dilewati. Hal ini dialami oleh Yasa Singgih. Pendiri brand fashion Men's Republic ternyata tidak lepas dari keteledoran.

Dengan usia yang masih sangat muda saat memulai bisnis, Yasa sempat tertipu saat ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Dia tidak mempunyai pengetahuan sama sekali mengenai seluk-beluk kaos, atau pun desain.

Ilmu pengetahuan yang ia miliki saat itu hanyalah bahwa dia bisa membeli kaos di pasar untuk kemudian bisa dipasarkan secara online.

Ia sempat melakukan bisnis reseller dengan salah satu Kementerian yang ingin melakukan pembelian baju dalam jumlah besar. Namun, ternyata harus tertipu oleh salah satu pasar yang ia ambil barangnya lantaran barang tersebut produk tiruan.

"Satu hari saya ngambil barang, jual online, satu hari saya ditelepon sama salah satu institusi pemerintah, menanyakan dagangan yang dijual. Suatu kementerian menelpon saya untuk mengambil sekian lusin. Ternyata yang jual barang tiruan," ujar dia dalam acara d'Preneur di Ice Palace Lotte Shopping Avenue, Ciputra World, Jakarta, Selasa (25/10/2016).

Namun ternyata, menjual merk sendiri pun tidak serta-merta membawa dia dalam keuntungan.

"Akhirnya bikin merek sendiri. Awalnya bikin sepatu saja. Awalnya mau beli sepatu pas mahasiswa. Ngelihat sepatu kulit mahal, mau buat yang murah," ungkapnya.

Sempat meminjam uang sekitar Rp 4,8 juta kepada salah satu pabrik untuk mengambil bahan baku. Hingga pada akhirnya ia berhasil menjual produk Men's Republic.

Hingga saat ini, pria kelahiran tahun 1995 ini kini menghasilkan rata-rata penjualan 700 hingga 1000 pcs/bulan. Dengan harga produk berkisar Rp 200 hingga Rp 300 ribu, ia bisa memiliki omzet per bulannya hingga ratusan juta rupiah.

"Omzet hampir sama lah dengan punya nya Luna (Luna Maya), (sekitar Rp 300 juta)," tukasnya. (drk/drk)