d'Preneur

Jualan Fashion Jangan Takut Tak Laku, Ini Tips dari Luna Maya

Yulida Medistiara - detikFinance
Selasa, 25 Okt 2016 21:06 WIB
Foto: Angga Aliya ZRF
Jakarta - Bisnis fashion mengikuti musim yang sedang tren sehingga pergerakannya cepat. Oleh karena itu, harus cepat mengikuti tren fashion yang ada.

"Karena yang saya lakukan adalah fast fashion, itu harus yang sekarang terjadi, kalau saya buat 10.000 produksi, bagaimana saya memasarkan yang 10.000 ini," ujar Luna Maya, di The Ice Palace, Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan (25/10/2016).

Ia mengatakan pada saat itu belum ada aplikasi Google untuk mempromosikan produknya. Supaya barangnya cepat laku, dia melakukan percepatan produksi sesuai dengan tren tersebut dengan jumlah kapasitas yang diperkirakan akan terserap.

"Dulu belum ada Google Aps yang mempermudah untuk menuju fashion kita , kenapa ada dead stock, kapasitas saya itu misal 10.000 tapi yang terjual 2.000. Saya nggak bisa jualan ini terus karena trennya harus mulai ditinggalin, artinya orang mau dapat yang lebih terkini, fashion itu agak sedikit tricky kecuali kamu jualan kemeja saja, orang itu mau fashionable," ungkap Luna.

Ia mengatakan, memang fashion itu ada dua jenis, dari mulai untuk mengikuti tren dan ada juga untuk dipakai sehari-hari. Jika hanya mengikuti produk yang dipakai sehari-hari bisa memproduksi kemeja saja dengan mengganti warna.

Namun, menurut Luna, setiap orang harus memiliki passionnya masing-masing. Misalnya mau mengikuti tren kemeja atau fashion.

"Kecuali kamu jualan kemeja saja, orang itu mau fashionable, kalau itu cuma ganti warna sampe beberapa bulan ke depan nggak apa-apa," ujarnya.

"Kalau bisnis tahu dulu mau ngapain, saya punya cita-cita gini, dimulailah saya punya kemeja, saya punya something about kemeja, jadi harus di dasari apa yang kita suka, jadi kenali dulu apa yang dimauin, punya bussiness plan, berapa kapasitas kita. Itu over capacity bisa, kalau ada demand-nya banyak itu lebih bagus. Jadi belajar dari masalah saya ya, jangan langsung buat banyak produksi 2000 tapi misalnya brand belum terkenal," ujar Luna. (ang/ang)