d'Preneur Franchise

Cerita Alfamart yang Tahan Banting di Segala Situasi

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 30 Nov 2016 20:25 WIB
Foto: Angga Aliya ZRF
Jakarta - Minimarket adalah usaha yang dapat bertahan di segala situasi. Itulah yang membuat Alfamart terus tumbuh, gerainya terus bertambah. Ketika kondisi ekonomi sedang bagus maupun sedang krisis, Alfamart tetap ada dimana-mana.

Marketing Franchise General Manager Alfamart, Tommy Sugianto, menuturkan bahwa Alfamart didirikan pertama kali dengan melihat jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta. Tentu ini peluang pasar yang sangat besar.

Bisnis minimarket dipilih karena orang-orang akan tetap berbelanja kebutuhan sehari-hari seperti makanan, air mineral, sabun, parfum, dan kebutuhan sehari-hari lainnya dalam kondisi ekonomi apapun.

"Dasar waktu didirikan minimarket adalah penduduk Indonesia yang sangat banyak. Kedua, bisnis ini tahan banting, kondisi apapun dibutuhkan. Orang tetap harus mandi, makan, dan sebagainya sekalipun krisis ekonomi. Jadi minimarket tetap dicari. Makanya pertumbuhan minimarket tetap menjamur saat krisis," kata Tommy dalam acara dPreneur di Ice Palace, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Alfamart mulai berdiri pada 1999, kemudian brand "Alfamart' mulai digunakan pada tahun 2000. Pada 2001, bisnis ini mulai menjadi franchise. "Kita running mulai 1999, 2000 kita ubah jadi 'Alfamart', 2001 kita kembangkan jadi franchise," tuturnya.

Berbeda dengan franchise pada umumnya, Alfamart lebih banyak dikelola oleh pemilik franchise. Mulai dari pengkajian lokasi, pembukaan toko, pelatihan karyawan, pengaturan stok barang, hingga perpajakan diurus oleh Alfamart. Pemegang franchise praktis tinggal menyediakan lahan dan modal untuk gerai Alfamart.

"Franchise di sini agak beda karena kami yang kelola mulai dari proses awal kita review lokasi, sampai toko running kita yang jalankan. Mulai dari training, stok, promosi barang, pengembangan SDM, perpajakan, kita yang urus," tutupnya. (dna/dna)