Berawal dari iseng, Fajri panggilan akrabnya, membuat berbagai produk kerajinan berbahan dasar kulit kayu lantung pada 2006 lalu.
"Dulu saat bujangan saya senang nongkrong-nongkrong, lalu tiba-tiba kepikiran untuk membuka usaha khas Bengkulu, iseng saja awalnya," cerita Fajri kepada detikFinance di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (17/12/2016).
Foto: Fadhly Fauzi RachmanProduk dari kulit kayu lantung |
Modal awal sebesar Rp 30 ribu menjadi bekal Fajri memulai usaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang telah memiliki dua orang anak itu mengatakan, produk yang bernama FajriCraft itu dipatok dengan harga yang beragam, tergantung dari jenisnya. Mulai dari harga Rp20 ribu, hingga Rp 500ribu/pieces.
Foto: Fadhly Fauzi RachmanProduk dari kulit kayu lantung |
Bisnis kerajinan kulit kayu lantung milik Fajri mampu meraup omzet hingga Rp 30juta/bulan. Kini, Fajri mengaku, tidak perlu memusingkan cara pemasaran lagi.
Sebab, saat ini bisnisnya itu sudah memiliki banyak pelanggan tetap. Dia hanya fokus untuk masalah produksi saja.
"Dulu awalnya hanya dari mulut ke mulut saja jualnya, sekarang saya sudah ada pelanggan tetap. Toko pun sudah ada di Bengkulu, jadi sekarang hanya fokus ke produksi," terang pria asal Bengkulu itu.
Foto: Fadhly Fauzi RachmanProduk dari kulit kayu lantung |
Dengan bisnisnya itu, Fajri bisa mempekerjakan tujuh karyawan. Selain itu, dari bisnis yang telah menjadi penghasilan utamanya ini, Fajri bisa membahagiakan keluarga dan orangtuanya.
"Saya sudah bisa berangkatkan orang tua dan mertua saya untuk pergi Umroh. Sekarang tinggal fokus untuk masa depan anak-anak saya saja," tuturnya.
Jika tertarik dengan produk hasil racikan Fajri, bisa menghubungi di nomor 081373030414. (hns/hns)












































Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Foto: Fadhly Fauzi Rachman