Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 21 Des 2016 21:35 WIB

d'Preneur Tutup Tahun

Bagaimana Peluang e-Commerce Berkembang di RI? Ini Kata Sri Mulyani

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Dewi Rachmat Kusuma Foto: Dewi Rachmat Kusuma
Jakarta - Dalam urusan penetrasi e-commerce, Indonesia bisa dibilang masih ketinggalan. Namun, kondisi ini bisa menjadi peluang bisnis bagi pelaku usaha startup.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam acara d'preneur di ICE Palace Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan, Rabu (21/12/2016).

"Di Indonesia sekarang payment elektronik hanya 27%, e-commerce hanya 2%, padahal average dunia e-commerce itu sudah 8%. Kalau ikuti negara-negara yang sudah advance seperti China, malah sudah 40-50%," kata Sri Mulyani.

"Kalau dilihat itu masih rendah sekali. Tapi jangan marah dengan kondisi itu, justru itu harus dilihat sebagai opportunity besar," ucapnya lagi.

Sri Mulyani melanjutkan, program pemerintah saat ini yang gencar melakukan pembangunan dari pinggiran, bisa jadi pemicu masifnya startup seperti e-commerce di Indonesia.

"Presiden Joko Widodo membuat 10 destinasi supaya lebih banyak konektivitas yang dibangun. Itu akan semakin banyak opportunity, Anda punya banyak teman atau koneksi uang, punya banyak ide, anda bisa berbisnis di daerah sana. Akan semakin banyak sekali orang yang melakukan pembelian," pungkas Sri Mulyani. (hns/hns)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com