Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 21 Des 2016 22:06 WIB

d'Preneur Tutup Tahun

Bentuk Tim Reformasi, Sri Mulyani: Pajak Bukan Persoalan Sepele

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pemerintah baru saja membentuk tim reformasi perpajakan. Tim ini dibentuk guna mempersiapkan dan mendukung penguatan dan pelaksanaan reformasi perpajakan yang saat ini tengah menjadi fokus.

Selain itu, tim ini juga dibentuk untuk perbaikan di sisi internal Kementerian Keuangan, menyangkut pajak dan bea cukai yang mencakup ruang pekerjaan di bidang organisasi, SDM, Teknologi Informasi dan komunikasi, proses bisnis, dan dari sisi peraturan UU.

Tidak hanya untuk mengoptimalisasi penerimaan negara, tim ini juga diharapkan dapat menciptakan kepercayaan antara negara dan rakyatnya, karena memungut uang dari sang pemiliknya bukanlah suatu keputusan yang populer.

"Ini (perpajakan) bukan persoalan sepele. Kita membangun ini karena dia melakukan tugas yang tidak populer. Kalau ngambil uang dari anda kan pekerjaan yang tidak populer. Kalau pun bersih, orang juga masih akan bilang, kenapa sih saya harus bayar pajak. Karena itu sesuatu yang kalau bisa dihindari, dicoba dihindari," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam acara d'preneur Anak Muda dan Prospek Ekonomi 2017 di ICE Palace Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Rabu (21/12/2016).

Tax amnesty yang sedang berjalan juga merupakan awal dari reformasi yang ingin dilakukan pemerintah untuk membangun kepercayaan di bidang perpajakan.

Namun adanya tindakan penyelewengan yang kerap terjadi, dibentuk tim reformasi perpajakan, yang isinya meliputi jajaran pengarah, penasehat, pengawas hingga jajaran pelaksana meliputi pemerintah, akademisi, hingga kalangan dunia usaha dan KPK.

"Jadi ini cara kita menjaga kredibilitas, baik pajak dan bea cukai, ada orang-orangnya. SDM harus dibangun kompetensinya, tapi juga rambu-rambu yang jelas," ungkap Sri.

"Jadi saya juga mohon dibantu oleh kita semua. Kita coba untuk improve. Tapi juga memberikan feedback. Kalau ada yang baik, disampaikan. Kalau tidak baik, ya disampaikan. Tidak usah maki-maki. Karena tidak marah-marah itu hemat energi. Hidup masih panjang, masih banyak yang kita hadapi," pungkasnya. (dna/dna)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com